Lingkar Pos
PemerintahanPendidikan

Pj Walikota Lhokseumawe Hadiri Wisuda Santri Tahfidz 30 Juz

Lhokseumawe – Penjabat Walikota Lhokseumawe Dr. Drs. Imran, M.Si, MA.Cd menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada wisuda Santriwan-santriwati Ma’had Ta’limul Qur’an (MATAQU) Ustman bin Affan tahun pembelajaran 2022-2023 di Lhokseumawe pada Minggu lalu (5/03/2023).

Imran mengatakan dirinya bangga dan apresiasi yang tinggi kepada santri penghafal Al-Qur’an 30 Juz.

“Tadi saya dilaporkan pimpinan bahwa wisudawan dan wisudawati pada hari ini adalah santri yang telah menghafal Al-Qur’an 30 Juz. Ini sungguh luar biasa saya bangga sekali dan bahagia mendengarnya. Bukan hal yang gampang untuk mencapai ini semua” ujar Imran.

Perlu upaya keras dan sungguh-sungguh dari wisudawan sehingga bisa melewati ini semua dan saya yakin mereka telah melewati proses pengujian oleh guru pendidik dan pembina di MATAQU Ustman bin Affan sehingga betul-betul mantap dan benar sudah menghafal 30 juz Al-Qur’an.

Dan pada kesempatan ini juga ingin saya sampaikan bahwa fungsi lembaga pendidikan pesantren sesungguhnya hal yang sangat strategis dalam pembangunan generasi muda yang akan datang. Saya sungguh sangat berharap pesantren khususnya di MATAQU ini tidak hanya bisa menghasilkan generasi yang hanya sebatas menghafal Al-Qur’an tapi juga unggul dan dapat memberi pencerahan dan panutan bagi masyarakat kita Lhokseumawe.

Kita sangat prihatin melihat kondisi generasi muda Lhokseumawe beberapa tahun terakhir ini, kita harus lebih aware dan butuh kesadaran, khususnya generasi muda terkait narkotika dari waktu ke waktu meningkat. Kalau ini tidak kita cegah saya tidak yakin generasi Lhokseumawe dapat kita selamatkan.

Pertama saya begitu terkejut ketika beberapa waktu yang lalu secara berurutan, muncul berita penangkapan sabu 2 kg, 20 kg dan seterusnya yang berasal dari aceh utara, bayangkan satu miligram saja jika terus-menerus itu bisa merusak generasi muda. Apalagi jika 200 kg bisa merusak berapa generasi, saya bahkan tidak sanggup membayangkan. Kita harus mengantisipasinya.

Kedua masalah perilaku juga luar biasa mengejutkan, dua minggu terakhir sudah mulai ada tawuran antar kelompok pemuda bahkan tawuran antar pelajar. Di sekolah sekarang ini sudah mulai ketat dibentuk peraturan, jika pelajar terlibat tawuran makan akan dikasih dua surat pernyataan, yaitu pernyataan keluar dari sekolah atau kedua pernyataan keluar dari Kota Lhokseumawe.

Kedua masalah ini tentu tidak bisa ditangani oleh Pemko saja, tapi ini merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Kota Lhokseumawe khususnya orang tua. Walikota tidak mugkin memantau 24 jam.

Dan saya ingin jika ada yang tertangkap itu harus diberi pembelajaran agar jera, kalau perlu oleh kepolisian.

Hal ini ada kaitannya juga dengan kerusakan moral, saya jarang berbicara tentang moral karena sebagai putra yang lahir di Lhokseumawe kemudian merantau keluar dan kembali sebagai Pj Walikota Lhokseumawe jujur saya merasa malu. Ternyata luar biasa kerusakan moral yang terjadi disini.

Kenapa itu saya tertibkan kawasan Waduk, karena banyak kafe menjadi tempat yang mengajak dangdutan, dan mirisnya lagi bahkan ada yang melawan walikota dengan alasan pemerintah ingin “merusak mata pencaharian orang miskin kota Lhokseumawe”.

Saya begitu getol ingin menertibkan orang yang buang sampah, orang yang membuat bangunan sembarangan. Semua itu karena orang yang berjualan di waduk, tidak hanya membuang sampah makanan dan kemasan namun juga sekarung dan keranjangnya ke dalam waduk. Padahal waduk itu sangat berguna untuk pencegahan banjir. Dan sebagai reservoir yaitu tempat menampung limbah dari kota.

Terakhir Pj Walikota berpesan kepada wisudawan dan anak-anak yang telah mempelajari Al-Qur’an, agar mengabdilah kepada Allah dengan sebenarnya dan penuh taqwa. Serta berbaktilah kepada kedua orang tua dan patuh kepada guru.

“InsyaAllah santriwan-santriwati semua akan menjadi orang yang mencapai kesuksesan dan juga memberi manfaat kepada orang lain menjadi pemimpin daerah bahkan menggantikan saya nantinya,” harapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Lanjutnya, Setinggi apapun ilmu yang kamu peroleh, tidak akan berguna apabila ilmu itu tidak kamu amalkan. Sebanyak apapun hafalan yang kamu punya, tidak akan berguna jika tidak diimplementasikan. Sepintar-pintarnya kamu berbicara, tidak berguna jika tidak berbuat secara nyata.

“Seluas luasnya pengetahuan mu, tidak akan berguna tanpa bermanfaat kepada masyarakat.”

Turut hadir dalam acara wisuda rektor IAIN Lhokseumawe Dr. Danial, M.Ag, ketua yayasan MATAQU Azhar Ibrahim, SQ dan Pembina yayasan serta camat Blang Mangat. (*)

Related posts

Kondisi Cuaca Ekstrim di Aceh Utara, Azwardi Gandeng Pemerintah Pusat Atasi Kebencanaan

admin

Kunjungi UNICEF, Pj Bupati Aceh Utara Bahas Soal Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Redaksi

Pemuda Asal Matangkuli, Rifki Ismail Terpilih Sebagai Ketum IPAU

admin

Leave a Comment