Lingkar Pos
Pemerintahan

Tak Hanya Tingkatan PAD, Pj Bupati Aceh Utara Komitmen Tingkatkan Pendapatan UMKM di Sektor Destinasi Wisata

Lhoksukon – Pj. Bupati Aceh Utara terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan pemasukan bagi UMKM dan juga Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor-sektor destinasi wisata, hal ini dilakukan dengan cara mengajak SKPK dan OPD menggelar rapat-rapat dan kegiatan lainya. 

Pada kesempatan rapat pimpinan (Rapim) Pj Bupati memanfaatkan salah satu destinasi wisata yang berada di KM 27 Gunung Salak gampong Alue dua kecamatan Nisam Antara. Diantaranya Coffee One Refinery. 

Rapat yang dipimpin Pj. Bupati Azwardi, AP, M.Si diikuti oleh Para Asisten, Seluruh Kepala Dinas (Kadis) Kepala Badan serta Para Kabag Setdakab Aceh Utara, dan Para Camat. 

Pemerintah Aceh Utara berkomitmen terus menerus mencari inovasi-inovasi baik untuk menciptakan PAD dan juga Mengurangi angka pengangguran. 

“Kita pilih tempat disini tak lain adalah untuk memajukan destinasi wisata alam berupa gunung, menghidupkan UMKM masyarakat sekitar Nisam antara, bahkan akan terbentuknya tenaga kerja baru yang bekerja di sektor UMKM ” Kata Bupati

Lanjutnya, Selain itu juga memberi suasana baru yang begitu Asri, sejuk dan nyaman dengan panorama alam Nisam Antara yang indah. 

“Selain itu juga akan ada PAD yang masuk ke Aceh Utara dengan perputaran uang disana, para pengusaha cafe juga akan lebih  semangat dalam mengembangkan bisnisnya, ini harus menjadi perhatian bagi pelaku usaha dan perbankan dalam berinvestasi” Ucapnya. 

Masyarakat Aceh Utara bersama pemerintah patut mendukung bagi pertumbuhan ekonomi di daerah pegunungan ini yang mudah dijangkau serta tidak butuh waktu yang lama untuk mencapai km 27 dan km 40 Gunung Salak.

Digelarnya Rapim disini menjadi bukti bahwa dukungan dalam pengembangan usaha masyarakat, bukan hanya disini saja namun di lokasi Bantayan Seunuddon juga sangat nyaman menggelar berbagai diskusi dan sosialisasi, selain biaya murah dengan snack, makan hasil produk petani lokal.

KM 27 Coffee One Refinery dari Lhokseumawe hanya butuh waktu 45 menit, ini juga menjadi pertimbangan bagi penyelenggara acara. 

Kedepan pengembangan kawasan ini akan terus dipromosikan bahwa siapapun yang mengunjungi daerah ini berarti sudah memberi efek bagi Pertumbuhan ekonomi pedalaman masyarakat Aceh Utara. 

Dilokasi ini juga tersedia Masjid Abdul Jalil. Kadis Syariat Islam M.Idris mengaku tempat ini tidak melanggar syariat islam dan perlu dikembangkan sebagai wisata islami,

Tokoh masyarakat Nisam antara, mengapresiasi dan berterima kasih telah ambil bagian memajukan sektor wisata dan melihat secara langsung potensi-potensi yang bisa dikembangkan, dengan sistem kelola islami dan menjadikan wisata islami. 

Lebih lanjut tokoh masyarakat berharap agar BUMN terkait harus mengikuti langkah-langkah yang telah dilakukan Pj Bupati Aceh Utara. 

Tokoh masyarakat mengharapkan dukungan fasilitas untuk kawasan wisata baik dari pemerintah dan juga dari program CSR dan juga jaringan telekomunikasi. 

Related posts

Menteri PMK Kunker ke Aceh, Pj. Walikota Lhokseumawe Sambut Kedatangan di Bandara Malikussaleh

Redaksi

Temuan dari Pengelolaan Anggaran hingga Administrasi Pemkot Lhokseumawe dibahas Dalam Rakor

Redaksi

Asisten Sekda Serahkan SK Plt Kadisbudpar dan Plt Kadisnak Aceh

admin

Leave a Comment