Search

16 Agustus 2026

Bukan Sekadar Sepak Bola, FMP-MS Satukan TNI-Polri, KPA dan Warga Rawat Damai Aceh

Lingkarpos.com | Lhokseumawe — Semangat perdamaian dan persaudaraan mewarnai peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 Tahun, sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.cukup seru.

Forum Peduli Masyarakat Muara Satu (FMP-MS) menggelar pertandingan sepak bola persahabatan yang mempertemukan unsur TNI, Polri, masyarakat dan Komite Peralihan Aceh (KPA) pada. Sabtu (15/8/2026), di Lapangan Kuningan, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu. Selain pertandingan persahabatan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim, hal itu dilakukan sebagai wujud kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.

Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Menjaga Perdamaian, Memperkuat Persaudaraan dan Membangun Aceh Maju Sejahtera dalam Keragaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”.

Ketua Panitia pelaksana, Syaridin Yahya, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga perdamaian Aceh.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menciptakan keharmonisan dan mempererat tali silaturahmi. Mari kita bersama-sama menjaga perdamaian dalam suasana yang aman dan kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin membuat situasi menjadi kacau,” ujar Syaridin kepada wartawan saat ditemui.

Menurutnya, sepak bola persahabatan antara TNI, Polri, masyarakat dan KPA bukan sekadar kegiatan olahraga atau seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa seluruh elemen masyarakat Aceh dapat duduk bersama, bersatu dan menjaga perdamaian.

Sementara itu, Ketua FMP-MS yang juga tokoh masyarakat Muara Satu, Syaridin Paloh, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif bersama sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab semua pihak dalam menjaga keamanan serta kondusivitas daerah.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe, dalam kondisi aman dan kondusif. Tidak ada sekat antara TNI, Polri, masyarakat dan KPA. Kita semua adalah bagian dari anak bangsa yang memiliki tanggung jawab bersama menjaga perdamaian,” ungkapnya.

Ia menilai, kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut juga memiliki dampak positif terhadap pembangunan dan perekonomian Aceh.

Menurut Syaridin, kondisi keamanan yang aman dan kondusif merupakan salah satu modal penting untuk menarik minat investor datang ke Aceh, khususnya ke kawasan industri bekas PT Arun di Blang Lancang, Kota Lhokseumawe.

“Kalau TNI, Polri, masyarakat dan KPA selalu kompak, menjaga perdamaian dan menciptakan situasi yang kondusif, tentu akan memberikan rasa aman kepada investor. Kita berharap kawasan bekas PT Arun Blang Lancang kembali berkembang dan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan masih menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat Aceh. Karena itu, menurutnya, perdamaian harus terus dijaga agar pembangunan dan investasi dapat berjalan dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Tgk. H. Ramli Amin selaku Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jami At-Taqwa Paloh turut memimpin doa. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga perdamaian Aceh dan mempererat tali persaudaraan.

“Semoga perdamaian Aceh terus terjaga dan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik untuk memperingati Hari Damai Aceh ke-21 sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Suasana penuh keakraban antara TNI, Polri, KPA dan Masyarakat menjadi pesan kuat bahwa semangat perdamaian Aceh harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya. . (Abu/Rais)