Search

26 Agustus 2026

Siapkan lulusan yang berkopeten, SMKN 1 Lhoksukon Gandeng Astra Gelar Workshop Budaya Industri

Aceh Utara I SMK Negeri 1 Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Workshop Budaya Kerja Industri bersama ASTRA, yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Agustus 2026, di lingkungan SMKN 1 Lhoksukon.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun pendidikan vokasi yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui workshop tersebut, para guru mendapatkan pemahaman serta wawasan mengenai budaya kerja yang diterapkan di lingkungan industri modern.

Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara, Dr. Muhammad Jhohan, M.Pd. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengawas Pembina Sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap langkah SMKN 1 Lhoksukon dalam memperkuat hubungan antara pendidikan di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.

Kepala SMKN 1 Lhoksukon, Azhari, ST, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum penting bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi sekaligus memperluas jejaring kemitraan dengan dunia industri.

“SMKN 1 Lhoksukon akan terus memperjuangkan berbagai potensi dan peluang kerja sama dengan semua pihak. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sekolah dan menghasilkan lulusan SMK terbaik yang mampu menghadapi tantangan serta kebutuhan dunia industri,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan industri dalam proses pendidikan sangat penting agar kompetensi yang diberikan kepada peserta didik tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memiliki kesesuaian dengan standar dan kebutuhan lapangan kerja.

Workshop tersebut menghadirkan Drs. Irman Tanjung, Korwil Sumatra PT Astra Daihatsu Motor, sebagai pemateri. Materi yang diberikan berfokus pada pengenalan dan pemahaman budaya kerja industri, termasuk bagaimana nilai-nilai profesionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta orientasi terhadap kualitas dapat diterapkan dalam lingkungan pendidikan.

Kehadiran praktisi industri tersebut memberikan kesempatan kepada para guru untuk memperoleh perspektif langsung mengenai standar dan karakteristik dunia kerja. Wawasan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik semakin terbiasa dengan pola kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Tidak hanya workshop, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Visitasi Daihatsu Motor sebagai bagian dari penjajakan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjadikan SMKN 1 Lhoksukon sebagai salah satu sekolah binaan PT Astra Daihatsu Motor.

Penjajakan kemitraan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara sekolah dan industri, baik dalam pengembangan kompetensi guru maupun peningkatan kualitas keterampilan peserta didik.

SMKN 1 Lhoksukon juga terus mendorong penguatan pembelajaran berbasis Teaching Factory (TeFa), sehingga suasana dan proses pembelajaran di sekolah dapat semakin mendekati sistem kerja yang diterapkan di industri.

Dengan semakin eratnya kolaborasi bersama dunia industri, sekolah optimistis kualitas lulusan dapat terus ditingkatkan. Pada akhirnya, pendidikan vokasi di SMKN 1 Lhoksukon diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah dan keterampilan, tetapi juga memiliki budaya kerja, etos profesional, serta kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia industri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari visi SMKN 1 Lhoksukon untuk terus bergerak maju sebagai lembaga pendidikan vokasi yang adaptif, produktif, dan mampu menjembatani peserta didik menuju dunia kerja maupun dunia usaha. (alman)