Search

3 Mei 2026

Saidul Qausar dan Mud Maina Resmi Sandang Gelar Agam Inong Aceh Utara 2026

Aceh Utara – Panggung kemegahan menyelimuti Aula Setdakab Aceh Utara pada Sabtu (02/05/2026) malam, saat Saidul Qausar dan Mud Maina resmi dinobatkan sebagai Agam dan Inong Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026. Keduanya berhasil menyisihkan finalis lainnya dalam malam Grand Final Duta Wisata yang berlangsung meriah dan khidmat.

Pemilihan ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan agenda strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) untuk melahirkan representasi generasi muda yang berkarakter, berwawasan luas, dan berdaya saing global.

Representasi Nilai 3B

Mewakili Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Umar Ali, S.Sos., MAP, dalam sambutannya menekankan bahwa ajang ini bertujuan mencari sosok yang memenuhi standar kualitas 3B: Brain, Beauty, dan Behavior.

Dok.Disporapar Aceh Utara

“Pemilihan Agam Inong bukan sekadar seremoni kecantikan fisik. Ini adalah langkah taktis untuk merekrut putra-putri terbaik yang akan menjadi wajah sekaligus suara Aceh Utara dalam mempromosikan kekayaan daerah di kancah regional, nasional, hingga internasional,” ujar Umar Ali.

Beliau juga mengingatkan para duta terpilih agar tetap menjaga integritas dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Syariat Islam dan adat istiadat Aceh. “Promosikan Aceh Utara ke dunia luar, namun tetap berpegang teguh pada jati diri dan marwah daerah,” tegasnya.

Semangat Kebangkitan Wisata

Dengan mengusung tema “Pulih Lebih Cepat, Tumbuh Lebih Kuat,” pemilihan tahun ini menjadi simbol optimisme sektor pariwisata Aceh Utara pasca-tantangan global.

Plh. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Aceh Utara, Nurlaila, menambahkan bahwa para finalis telah melalui proses seleksi dan karantina yang ketat. Ia berharap Agam dan Inong terpilih mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif.

Peran Utama: Menjadi ujung tombak promosi seni, budaya, dan destinasi wisata unggulan.

Pemberdayaan: Menjadi teladan bagi generasi Z dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah.

Keberlanjutan: Membina jejaring dengan komunitas kreatif untuk memajukan potensi lokal.

Penutup yang Berkesan

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Aceh Utara, tokoh masyarakat, serta keluarga para finalis yang menambah kehangatan suasana.

Penobatan Saidul Qausar dan Mud Maina diharapkan membawa energi segar bagi promosi pariwisata Aceh Utara. Sebagai duta wisata, mereka mengemban amanah besar untuk membuktikan bahwa pemuda Aceh Utara mampu berprestasi tanpa kehilangan akar budayanya.

Sumber : Disparpora Acèh Utara