Search

1 Mei 2026

Lembaga Human Initiative Gelar Pembelajaran Program Respons Bencana Banjir Aceh

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.5611111, 0.48359376);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 35;

Lingkarpos.com | Aceh Utara – Lembaga human intiative (HI) adalah lembaga sosial yang responsif terhadap persoalan kemanusiaan pada masa darurat bencana hingga masa rehap rekon pasca bencana banjir Aceh. Oleh karenanya. HI menggelar kegiatan lokakarya pembelajaran program respons bencana banjir Aceh pada, Kamis 30 Mei 2026 bertempat di oproom hotel MK Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara wilayah yang terdampak langsung bencana banjir.

Presentase capaian program kerja dipaparkan oleh Nasharuddin selaku koordinator program manager HI wilayah provinsi Aceh. pada kegiatan itu hadir Kadinsos Aceh Utara Fakrurrazi, perwakilan BNPB, BPBD Aceh Utara, Perwakilan NGO Rumah Zakat, CRS, Islamic Relief Indonesia,
perwakilan Muspika Langkahan dan sejumlah tokoh masyarakat dan aparatur Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

“Pada kesempatan ini kita ingin melihat apa lagi yang harus diperbaiki, sehingga target atau capaian akan lebih baik lagi. Pada bulan lalu ada bantauan dari CRS dan juga telah kita distribusikan seperti, kasur bantal, selimut kelambu, juga alat bersih bersih seperti cangkul, sekrup dan sebagainya,” kata Nasharuddin dihadapan peserta.

Untuk Desa Geudumbak HI telah membangun sebanyak 103 rumah hunian sementara (huntara) dan juga penampung air bersih. Selain itu, human initiative telah menyalurkan bantuan kemanusiaan di beberapa kabupaten/kota sejak masa darurat bencana banjir Aceh, guna mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat korban banjir Aceh.

Kegiatan pembelajaran program respons bencana banjir Aceh melibatkan seluruh tim relawan human intiative secara aktif. Tim HI tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan empati sosial, kepekaan kemanusiaan, serta memberikan pengalaman nyata dalam penanganan bencana dan proses pemulihan kepada masyarakat.

Menurut Nasharuddin pembelajaran respon bencana bencana banjir Aceh adalah forum penting untuk mengevaluasi, merencanakan, dan meningkatkan kapasitas masyarakat serta instansi dalam menghadapi ancaman banjir, peningkatan kesadaran, memberikan pemahaman tentang cara penanggulangan bencana. Membentuk desa yang siap menghadapi bencana dengan sistem manajemen yang baik.

“Apa yang kami lakukan selalu koordinasi dengan perintah daerah dan juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Nasional dan juga BPBD setempat,” papar Nasharuddin kepada Lingkarpos.com saat ditemui.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara Fakhrurradhi dalam sambutannya menyampaikan dalam menangani bencana kolaborasi antar lembaga sangat dibutuhkan, kemitraan PRB (Pengurangan Risiko Bencana) melibatkan pemerintah desa/daerah, BPBD, sektor swasta, dan komunitas nasional dan lokal.

“Disaat darurat bencana, kita bergerak bersama mengantarkan bantuan kebutuhan dasar, mengeksekusi, dan Desa Geudumbak salah satu gampong terparah di Aceh Utara, sedangkan korban terbanyak ada tiga wilayah yaitu di Kecamatan Langkahan, Tanah Jambo Aye dan Sawang. Kita selama ini dipandu oleh NGO dari luar daerah dan lokal.

Atas nama pemkab Aceh utara saya memohan maaf atas keterbatasan dan keterlambatan penyaluran bantuan selama ini. Karena kita sama -sama musibah, baik perangkat desa, kecamatan dan kabupaten, kita sama – sama jadi korban,” ungkap Fakrurrazi.

Kadinsos Aceh Utara mengucapkan terimaksih kepada NGO dari luar Aceh dan lokal yang telah berkelaborasi menyalurkan batuan, baik bantuan sosial dan sebagainya. “Kami pikir kita membutuhkan waktu yang lama untuk pemulihan pasca bencana banjir,
upaya pemulihan hari ini terkendala dengan fasilitas yang minim. Mengevaluasi pasca bencana, kedepan kita lebih peka sebelum datangnya bencana susulan, makanya kita perlu melakukan persiapan, mamfaatkan waktu untuk ikut kegiatan seperti ini,” pungkas Fakrurrazi.

(Rais Azhary)