Search

16 Juni 2026

17 Tahun Mengabdi untuk Pendidikan Yatim, Acheh Future Raih Penghargaan dari Dayah Baitul Huda Al Aziziyah

 

ACEH TIMUR I Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Acheh Future kembali menorehkan catatan membanggakan. Tepat pada usia pengabdiannya yang ke-17 tahun, lembaga yang fokus mendampingi pendidikan anak yatim dan keluarga kurang mampu ini menerima piagam penghargaan dari Yayasan Dayah Baitul Huda Al Aziziyah Gampong Paya Naden, Kec. Madat, Kab. Aceh Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan dayah, Waled Muchsin Ibrahim, pada Senin malam, 15 Juni 2026, di kompleks dayah setempat usai penutupan Festival Perlombaan Bakat Santri dalam rangka menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah.

Dalam kesempatan tersebut, Waled Muchsin Ibrahim menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Acheh Future yang telah istiqamah mengabdikan diri selama 17 tahun untuk membantu pendidikan anak-anak yatim dan kaum dhuafa di Aceh.

“Atas nama keluarga besar Dayah Baitul Huda Al Aziziyah, kami mengucapkan selamat Milad ke-17 kepada Acheh Future. Selama ini kami menyaksikan langsung bagaimana lembaga ini dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan mengantarkan anak-anak yatim dan kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan agama yang layak. Semoga Acheh Future terus diberi kekuatan, keberkahan, dan semakin luas manfaatnya bagi umat,” ujar Waled Muchsin Ibrahim.

Menurutnya, dedikasi yang ditunjukkan Acheh Future merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang patut diapresiasi dan menjadi inspirasi dan contoh bagi lembaga dan banyak pihak lainnya, dalam memperjuangkan pendidikan agama bagi generasi Aceh.

Ketua Acheh Future, Razali Yusuf atau yang akrab disapa Cek Li, menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan kepada lembaga yang telah konsisten bergerak di bidang sosial dan pendidikan tersebut.

Acheh Future sendiri lahir dari hasil pertemuan sejumlah tokoh masyarakat Aceh dan aktivis lembaga swadaya masyarakat pada 9 Juni 2005 di Kota Panton Labu. Setelah melalui berbagai proses dan kesepakatan, organisasi tersebut resmi terbentuk pada 30 Juni 2009 dengan visi membantu generasi Aceh yang kurang beruntung agar tetap memperoleh pendidikan agama yang layak.

Sejak tahun 2009, Acheh Future aktif menjemput, membina, dan mengantarkan anak-anak yatim, piatu, serta anak dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan di berbagai dayah salafiyah di Aceh. Program ini lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya anak yang terancam putus pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.

Hingga saat ini, Acheh Future telah berhasil mendampingi dan menempatkan sekitar 300 santri binaan di sejumlah dayah ternama di Aceh, termasuk Dayah Baitul Huda Al Aziziyah Paya Naden yang menjadi pusat pembinaan utama. Selain itu, sejak 2014 hingga 2023, lembaga ini juga telah menyalurkan sebanyak 8.221 kitab kuning kepada santri dari keluarga kurang mampu melalui dukungan para dermawan dari dalam dan luar negeri.

Menurut Razali Yusuf, penghargaan yang diterima bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap lembaga, melainkan penghormatan kepada seluruh donatur, relawan, pimpinan dayah, serta masyarakat yang selama ini turut mendukung perjuangan pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bergerak membantu generasi Aceh. Anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu harus tetap memiliki kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu dan menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak serta berilmu,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat Acheh Future juga tengah mempersiapkan paket kitab kuning yang akan dibagikan kepada 100 santri  binaan yang baru naik kelas pasca ujian akhir tahun 1447 Hijriah.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus mendukung kebutuhan pendidikan santri binaan agar mereka dapat belajar dengan lebih baik dan maksimal,” kata Cek Li.

Penghargaan yang diterima pada malam bersejarah tersebut menjadi bukti bahwa kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan dengan keikhlasan dan konsistensi akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat. Selama 17 tahun perjalanan, Acheh Future terus meneguhkan perannya sebagai jembatan harapan bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa dalam meraih masa depan yang lebih baik. (Alman)