ACEH UTARA | Semangat memperingati 800 tahun perjalanan Samudera Pasai terlihat jelas di Kabupaten Aceh Utara. Ribuan warga memadati kawasan Kantor Bupati Aceh Utara, Minggu (13/9/2026), mengikuti kegiatan Gerak Jalan Santai yang menjadi salah satu agenda penutup rangkaian Milad 800 Tahun Samudera Pasai.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dilepas langsung Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM atau yang akrab disapa Ayah Wa. Selain menjadi momentum memperingati sejarah besar Samudera Pasai, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai kampanye pentingnya pola hidup sehat di tengah masyarakat.
Di hadapan peserta, Ayah Wa mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, masyarakat yang sehat dan bugar merupakan salah satu modal penting dalam mendorong pembangunan daerah.
Namun, semangat menjaga kesehatan tersebut, kata Ayah Wa, harus berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan identitas dan nilai-nilai yang menjadi jati diri Aceh Utara.
Ia mengingatkan masyarakat agar tetap memegang teguh identitas keislaman, adat serta nilai sejarah yang telah diwariskan para pendahulu.
Aceh Utara, menurutnya, bukan sekadar daerah yang memiliki catatan sejarah, tetapi merupakan wilayah yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan peradaban Islam dan perdagangan di kawasan Asia Tenggara.
“Warisan peradaban besar ini harus kita jaga kehormatannya dan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” pesan Ayah Wa.
Tingginya antusiasme masyarakat juga terlihat sejak pagi. Warga dari berbagai kalangan hadir dan mengikuti kegiatan hingga selesai. Panitia sebelumnya menyediakan 450 kaos gratis bagi peserta. Namun, jumlah tersebut belum mampu mengakomodasi seluruh pendaftar karena tingginya animo masyarakat.
Panitia pun menyampaikan permohonan maaf kepada peserta yang tidak mendapatkan kaos.
Dalam pelaksanaannya, peserta juga diwajibkan mengenakan pakaian yang sesuai dengan kaidah syariat Islam sebagai bagian dari ketentuan kegiatan.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dengan tertib.
Menurutnya, membeludaknya peserta bukan hanya menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga, tetapi juga memperlihatkan kuatnya rasa memiliki terhadap sejarah dan kebudayaan Samudera Pasai.
“Antusiasme masyarakat ini menjadi bukti bahwa sejarah Samudera Pasai masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat Aceh Utara,” ujarnya.
Peserta menempuh rute yang telah ditentukan panitia. Start dari halaman Kantor Bupati Aceh Utara, peserta melintasi Jalan Lan Pipa, Gampong Keutapang, kawasan Masjid Gampong Alue Mudem, kemudian menuju Jalan Nasional Medan-Banda Aceh sebelum kembali ke lokasi awal.
Pengamanan dilakukan secara terpadu. Personel Dinas Perhubungan, Satpol PP dan WH Aceh Utara disiagakan di sejumlah titik rute. Pengamanan juga melibatkan unsur TNI-Polri untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Ambulans turut disiagakan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi darurat selama kegiatan.
Panitia juga menyediakan kupon undian berhadiah atau doorprize bagi peserta yang mengikuti ketentuan kegiatan.
Gerak Jalan Santai tersebut menjadi salah satu agenda terakhir sebelum acara puncak penutupan Milad 800 Tahun Samudera Pasai yang dijadwalkan berlangsung Minggu malam.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memastikan unsur Forkopimda dan sejumlah stakeholder akan hadir dalam agenda penutupan tersebut.
Dengan demikian, peringatan 800 tahun Samudera Pasai tidak hanya menjadi seremoni mengenang masa lalu, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dan meneguhkan kembali identitas Aceh Utara sebagai daerah yang memiliki akar sejarah peradaban besar. (Alman)







