Search

12 September 2026

Kemandirian Hadir di Bank Sampah Nibong Baroh, Panen Melon Perdana

Foto: Perwakilan Tjslp PT PGE bersama Kepala Desa Nibong Baroh Panen Perdana Melon dilokasi Bank Sampah

Lhoksukon – Kemandirian Ekonomi hadir di Desa Nibong Baroh membawa secercah harapan dengan Panen perdana Melon Golden Alisha di kebun Binaan PT PGE. Kamis (10/9) yang berlokasi di Bank Sampah.

Kegiatan Panen Perdana turut dihadiri oleh Perwakilan dari PT. Pema Global Energi (PGE) Mardiyanti Sulaiman dan tim, Ketua Forum Geuchik Kecamatan Nibong Isnaini, Geuchik Nibong Baroh, Razali, sejumlah pengurus Bank Sampah Mandiri Dan Zainuddin

‎Melon Golden Alisha dikenal juga sebagai Melon Madu telah menjadi contoh sukses bagi para petani. Selain menghasilkan buah berkualitas tinggi, Penanaman Molen ini juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

‎Perwakilan PGE Mardiyanti Sulaiman Dalam sambutannya mengajak para petani, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif. Ia menekankan bahwa budidaya Melon Golden Alisha sangat menjanjikan secara ekonomi.

‎“Kepada para petani milenial, ayo kita manfaatkan lahan kosong menjadi lahan produksi. Salah satunya dengan menanam Melon Golden Alisha, karena ini sangat menjanjikan,” ujarnya.

‎Sementara itu petani muda binaan PT PGE yang tergabung di bawah Bank Sampah Mandiri, Zainuddin dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya menanam melon dengan metode pemupukan secara organik yang dihasilkan oleh kegiatan Bank Sampah.

‎”Jadi tidak ada bahan kimia yg kita gunakan dan Alhamdulillah hasilnya, buah yang beratnya mencapai lebih dari 2 kilogram, bahkan ada yang mencapai 2,5 kilogram dengan rasa yang sangat manis” ujar Zainuddin.

‎Dikatakannya, Varietas melon golden dikenal dengan ciri khas kulit berwarna kuning keemasan, daging buah kuning muda, tekstur lembut, rasa manis, dan aroma harum. Selain itu, konsumsi buah ini bermanfaat bagi kesehatan kulit dan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu menurunkan tekanan darah.

‎Dari total 300 pohon, rata-rata bobot buah mencapai 1–2 kilogram per buah dengan nilai jual Rp 20.000- 25.000 per kilogram.

Potensi keuntungan dari hasil panen ini menjadi pendapatan baru untuk pengurus Bank Sampah Mandiri dan menjadikan melon golden sebagai komoditas unggulan baru yang menjanjikan bagi petani binaan PT.PGE dan masyarakat sekitar.

‎Untuk kedepan para pengurus Bank Sampah Mandiri menargetkan akan menambah areal penenaman melon hingga mencapai ribuan dengan pola tanam metode pemupukan secara organik dan perawatan yang intensif.

‎”Ini juga membuka kesempatan bagi petani lain yang ingin belajar teknik budidaya melon secara lebih mendalam, dengan pola penggunaan pupuk organik dan metode perawatan intensif”, tutup Zainuddin.[]