Lhoksukon – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) turut mengambil bagian dalam menyukseskan Perhelatan Samudera Pasai yang digelar di Lapangan Landing, Kantor Bupati Aceh Utara. Dalam kegiatan tersebut, PIM turut mempromosikan berbagai produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaannya kepada masyarakat.
Perhelatan Samudera Pasai berlangsung sejak 7 September dan dijadwalkan berakhir pada 13 September 2026. Kehadiran stan PIM menjadi salah satu ruang bagi pelaku UMKM binaan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.

Beragam produk ditampilkan, mulai dari olahan makanan dan minuman, produk kerajinan, tas bordir, hingga perlengkapan ibadah seperti mukena. Stand PIM terlihat ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan, terutama remaja dan ibu-ibu yang tertarik dengan produk serta berbagai penawaran harga yang diberikan.
Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PIM, Devi, mengatakan transaksi produk UMKM binaan yang berlangsung di stan PIM mencapai sekitar Rp4,5 juta per hari.
“Selama perhelatan berlangsung, transaksi di stand PIM mencapai sekitar Rp4,5 juta per hari. Produk yang paling banyak diminati di antaranya tas bordir, mukena dan berbagai produk olahan makanan,” ujar Devi.
Menurutnya, keikutsertaan PIM dalam kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan Perhelatan Samudera Pasai, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM yang selama ini mendapatkan pembinaan dari PIM.
Keterlibatan PIM dalam pengembangan UMKM dilakukan melalui program pembinaan yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu UMKM meningkatkan kualitas produk, mengembangkan usaha serta memperluas akses pemasaran.
Melalui kegiatan seperti pameran dan perhelatan, produk UMKM binaan diberikan kesempatan untuk berhadapan langsung dengan konsumen. Kondisi tersebut sekaligus menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk melihat respons pasar terhadap produk yang mereka hasilkan.
Selain membuka akses promosi, kegiatan tersebut juga memberikan peluang bagi UMKM untuk meningkatkan pengalaman dalam pemasaran dan membangun jaringan usaha. Dengan demikian, pembinaan yang dilakukan tidak berhenti pada bantuan atau fasilitasi semata, tetapi diarahkan agar pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
Partisipasi PIM dalam Perhelatan Samudera Pasai juga sejalan dengan komitmen perusahaan melalui program TJSL untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa keberadaan PIM tidak hanya berorientasi pada kegiatan bisnis, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan UMKM di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dengan adanya ruang promosi dan pemasaran seperti Perhelatan Samudera Pasai, diharapkan produk UMKM binaan PIM semakin dikenal masyarakat, memiliki pasar yang lebih luas dan mampu meningkatkan omzet serta daya saing pelaku usaha secara berkelanjutan.







