Search

6 Agustus 2026

Lhoksukon Libas Matangkuli 3-0, Amankan Tiket Delapan Besar Piala Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara 2026

Foto: Matangkuli vS Lhoksukon

Aceh Utara – Kecamatan Lhoksukon memastikan diri melangkah ke babak delapan besar Turnamen Piala Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Kecamatan Matangkuli dalam laga fase grup yang berlangsung di Lapangan Simpang Mulieng, Rabu (5/8/2026) sore.

Pertandingan yang menjadi sesi kedua pada hari itu, setelah laga Samudera FC menghadapi Syamtalira Aron, menyuguhkan permainan cepat, penuh tekanan, dan diwarnai sejumlah peluang berbahaya dari kedua kesebelasan. Bermain selama 2 x 30 menit, Lhoksukon yang mengenakan kostum krem-hijau tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, sementara Matangkuli dengan seragam kuning-hitam harus mengakui keunggulan lawannya meski sempat memberikan perlawanan sengit.

Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit Taufik tepat pukul 16.58 WIB, Lhoksukon langsung mengambil inisiatif menyerang. Strategi menekan sejak menit pertama terbukti efektif. Ketika pertandingan baru berjalan sekitar satu menit, kelengahan lini belakang Matangkuli dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Riski Sarong.

Berawal dari kurang rapatnya pengawalan pemain bertahan Matangkuli, bola berhasil dikuasai Riski Sarong yang bergerak bebas di depan kotak penalti. Tanpa membuang kesempatan, pemain sayap tersebut melepaskan penyelesaian tenang yang gagal diantisipasi kiper Wahyu Ramadan. Gol cepat itu mengubah skor menjadi 1-0 dan membuat pendukung Lhoksukon yang memadati sisi lapangan bersorak merayakan keunggulan.

Gol pada menit pertama tersebut memaksa Matangkuli mengubah pola permainan. Mereka mulai berani keluar menyerang dengan mengandalkan pergerakan Zulfikar, Agus Munandar, serta Aqil Putra Marantika untuk membongkar pertahanan lawan.

Peluang terbaik Matangkuli hadir pada menit ke-10. Kesalahan pemain belakang Lhoksukon membuat bola jatuh ke kaki Zulfikar. Kesempatan emas itu nyaris menjadi gol penyeimbang. Namun, tendangan keras yang dilepaskannya justru melebar tipis di sisi kanan gawang Al Hadad sehingga skor tetap tidak berubah.

Memasuki menit ke-17, Matangkuli kembali mengancam melalui situasi bola mati. Tendangan bebas yang dieksekusi Lelani, pemain bernomor punggung 27, meluncur deras ke arah gawang Lhoksukon. Sayangnya, bola hanya melintas tipis di atas mistar sehingga peluang kembali terbuang.

Lhoksukon merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Dari sektor kiri pertahanan Matangkuli, Dian beberapa kali membantu serangan dan sempat melepaskan tendangan keras yang mengarah ke sisi kanan gawang. Walau belum menghasilkan gol, tekanan tersebut membuat pertahanan Matangkuli semakin tertekan.

Pada menit ke-22, Lhoksukon kembali memperoleh peluang emas. Dek Lu mengirimkan umpan matang kepada Riski Sarong yang lolos dari jebakan pengawalan. Riski memilih melepaskan tendangan mendatar. Namun, Wahyu Ramadan tampil sigap membaca arah bola sehingga peluang tersebut berhasil digagalkan.

Keunggulan Lhoksukon akhirnya bertambah pada menit ke-24. Berawal dari pelanggaran yang dilakukan pemain Matangkuli di depan kotak penalti, wasit memberikan tendangan bebas kepada Lhoksukon.

Dedi Robot yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan datar mengarah ke sisi kanan gawang meluncur deras tanpa mampu dijangkau Wahyu Ramadan. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 2-0 sekaligus mempertegas dominasi permainan Lhoksukon sepanjang babak pertama.

Tertinggal dua gol membuat Matangkuli berusaha bangkit. Namun, upaya mereka justru beberapa kali terhenti akibat disiplin pertahanan lawan. Pada menit ke-30, pemain Matang Kuli diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran di sisi kiri pertahanan guna menghentikan serangan cepat Lhoksukon.

Wasit memberikan tambahan waktu satu menit sebelum akhirnya meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama. Lhoksukon menutup paruh pertama dengan keunggulan nyaman 2-0.

Memasuki babak kedua, Matangkuli mencoba tampil lebih agresif. Pelatih Jafar Kuba melakukan perubahan pola permainan dengan menginstruksikan para pemain untuk lebih berani menekan sejak lini tengah. Serangan demi serangan dibangun melalui kombinasi umpan pendek dan bola-bola panjang ke daerah pertahanan Lhoksukon.

Meski demikian, kokohnya koordinasi lini belakang Lhoksukon yang dikawal Zawir, Dedi Robot, Misbahul, dan Dian membuat berbagai upaya Matangkuli selalu kandas sebelum membahayakan gawang Al Hadad.

Pertandingan berlangsung semakin menarik. Kedua tim saling bergantian melancarkan serangan sehingga tempo permainan tetap tinggi hingga pertengahan babak kedua. Duel-duel keras di lini tengah juga tidak terhindarkan karena kedua tim sama-sama berupaya menguasai permainan.

Pada menit ke-25 babak kedua, wasit kembali mengeluarkan kartu kuning kepada pemain Matangkuli. Kali ini hukuman diterima Kamaruddin, pemilik nomor punggung 17, setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Lhoksukon.

Unggul dua gol tidak membuat Lhoksukon mengendurkan serangan. Mereka terus mencari gol tambahan melalui kecepatan Riski Sarong dan Dek Lu di kedua sisi lapangan.

Menjelang pertandingan berakhir, Riski Sarong kembali memperoleh peluang emas. Menerima umpan lambung akurat dari Dek Lu, ia berhasil lolos dari kawalan dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawang. Namun, penyelesaian akhirnya kembali mampu dibaca Wahyu Ramadan yang tampil cukup gemilang meski harus kebobolan dua gol sebelumnya.

Gol yang dinantikan akhirnya lahir pada menit ke-29 babak kedua. Dek Lu menunjukkan kualitas individunya ketika menerima bola di sisi kanan dalam kotak penalti. Dengan tenang ia melewati dua pemain bertahan Matangkuli sebelum melepaskan tendangan keras yang bersarang ke dalam gawang. Gol indah tersebut memastikan kemenangan telak Lhoksukon dengan skor 3-0.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Matangkuli tidak mampu memperkecil ketertinggalan. Sebaliknya, Lhoksukon tampil disiplin menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan.

Kemenangan ini memastikan Lhoksukon melangkah ke babak delapan besar Turnamen Piala Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara 2026. Pada fase gugur nanti, mereka akan kembali berlaga di Stadion Krueng Mane bersama tim-tim terbaik lainnya yang berhasil lolos dari fase grup.

Pelatih Kepala Lhoksukon, Ari, menyebut kemenangan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh pemain selama menjalani latihan. Menurutnya, gol cepat menjadi faktor penting yang membuat tim mampu mengendalikan jalannya pertandingan.

“Kami bermain sesuai rencana. Gol cepat membuat pemain lebih percaya diri, tetapi saya tetap mengingatkan agar tidak cepat puas. Perjalanan masih panjang karena tantangan di babak delapan besar tentu akan lebih berat,” ujarnya.

Para sporter Matangkuli, mengakui efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Mereka menilai kesebelasan Matangkuli sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang, namun gagal memaksimalkannya menjadi gol.

Pertandingan tersebut turut disaksikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd. Menurutnya, kualitas pertandingan menunjukkan perkembangan positif pembinaan sepak bola di tingkat kecamatan.

“Turnamen ini bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi ruang pembinaan bagi pemain-pemain muda Aceh Utara untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kita melihat semangat bertanding, disiplin, dan sportivitas yang semakin baik dari setiap tim. Saya mengucapkan selamat kepada Lhoksukon yang berhasil lolos ke babak delapan besar. Semoga mereka terus menjaga performa. Bagi Matang Kuli, kekalahan ini menjadi pengalaman berharga untuk melakukan evaluasi dan kembali lebih kuat pada turnamen berikutnya,” kata Zulkifli.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Disporaparekraf akan terus mendukung pelaksanaan kompetisi sepak bola antarkecamatan sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi. Menurutnya, banyak pemain muda potensial yang lahir dari turnamen seperti ini dan berpeluang menjadi tulang punggung klub maupun tim sepak bola Aceh Utara di masa mendatang.

Pertandingan dipimpin wasit Taufik dengan hakim garis Budi Sudarsono dan Miftahuddin, sementara Taufik Hasballah bertugas sebagai inspektur pertandingan. Laga berlangsung aman dan tertib. Ratusan penonton yang memadati Lapangan Simpang Mulieng turut menciptakan atmosfer meriah sepanjang pertandingan, memberikan dukungan penuh kepada kedua kesebelasan tanpa mengurangi nilai sportivitas yang menjadi semangat utama Turnamen Piala Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara 2026.[Adv]