Lingkar Pos
Ekonomi

Pj Bupati Aceh Utara Sigap Atasi Keresahan Petani Gagal Panen, Bibit Padi Hingga Asuransi Diberikan

Pj Bupati Aceh Utara Sigap Atasi Keresahan Petani Gagal Panen, Bibit Padi Hingga Asuransi Diberikan

Lhoksukon – Pasca Banjir yang melanda di Aceh Utara Pj Bupati Aceh Utara bersama-sama pemerintah Provinsi melakukan kunjungan kerja di beberapa lokasi yang berada di aceh utara yang terdampak banjir,  Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki melihat langsung areal pertanian sawah yang rusak dan menyebabkan gagal panen di kawasan Kemukiman Matang Ubi Kecamatan Lhoksukon.

Dalam kunjungan itu Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki didampingi oleh Pj Bupati Aceh Utara Azwardi, AP, MSi, dan sejumlah kepala SKPK. Rombongan tiba di lokasi areal sawah yang tanaman padinya rusak dihantam bencana banjir pada awal Oktober 2022 lalu disampat petani dan tokoh masyarakat setempat.
Pj Gubernur berdialog dengan petani setempat dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh tentang kerusakan tanaman padi siap panen. Di lokasi ini tanaman padi rusak karena cukup lama terendam banjir, padahal kondisi saat itu sudah menjelang panen.
Pj Bupati Aceh Utara secara sigap menyampaikan program-program yang akan dan sudah dilakukan dinas pertanian aceh utara dari bantuan bibit padi yang sudah diserahkan ke petani dan memberikan data kerugian kepada pihak ketiga dalam hal ini Asuransi Jasindo untuk mendapatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), jumlah bantuan pemerintah berupa padi 82,4 Ton dan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang diajukan sebanyak 314 Ha yang diperuntukan kepada petani terdampak.
Bencana banjir yang melanda Aceh Utara pada awal Oktober tahun ini menyebabkan kerugian total mencapai Rp.316 miliar lebih. Kerugian itu tercatat setelah terdata kerusakan dan kerugian materi, sarana dan prasarana, dari seluruh kecamatan setelah penetapan darurat banjir selama 14 hari.
Peusijuk/tepung tawar
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga peusijuek Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki  di pendopo Bupati di Lhokseumawe. Prosesi peusijuek ini bagian dari rangkaian kunjungan Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki ke  Kabupaten Aceh Utara untuk meninjau kondisi pasca bencana banjir dan sejumlah objek yang terdampak.

Turut hadir menyaksikan prosesi peusijuek ini Penjabat Bupati Aceh Utara Azwardi, AP, MSi, Penjabat Walikota Lhokseumawe Dr Imran, MSi, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Bayu Permana, Komandan Lanal Lhokseumawe Letkol Marinir Dian Suryansyah, Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, SE, Komandan Kodim 0103/Aut Letkol Hendrasari Nurhono, MIP, Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, SIK, Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto, SIK, Kajari Aceh Utara Dr Diah Ayu HL Iswara Akbari, SH, MH, Ketua MPU Aceh Utara Abu Manan Blang Jruen.

Selanjutnya, Sekda Aceh Utara Dr A Murtala, MSi, para Asisten Sekda, para Kepala SKPK, para pimpinan instansi vertikal, para pimpinan perguruan tinggi, pimpinan BUMN, BUMD, Ketua Ormas dan OKP, serta sejumlah pimpinan Dayah dan tokoh masyarakat.
Prosesi peusijuek dilakukan oleh Ketua MPU Kabupaten Aceh Utara Tgk H Abdul Manan alias Abu Manan Blang Jruen. Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki bersama istri Ayu Candra Febiola Nazuar menempati panggung kehormatan yang telah disiapkan di ruang utama Pendopo Bupati. Prosesi diawali dengan upacara peu-suon adat berupa pemasangan kupiyah meukeutop dan rencong Aceh kepada Pj Gubernur, dilakukan oleh Pj Bupati Aceh Utara Azwardi, AP, MSi, dan Pj Walikota Lhokseumawe Dr Imran, MSi.
Selanjutnya pemberian selendang khas Aceh kepada istri Pj Gubernur Ayu Candra Febiola Nazuar dilakukan oleh istri Pj Bupati Aceh Utara Ny Nurmaziah Azwardi, SE.Ak, MSi, dan oleh istri Pj Walikota Lhokseumawe Ny Rosnelly Imran, SKM.
Setelah dilakukan peu-suon adat, selanjutnya dilakukan prosesi peusijuek oleh Ketua MPU Aceh Utara Abu Manan Blang Jruen sambil diiringi pembacaan shalawat.
Pj Bupati Aceh Utara Azwardi, AP, MSi, menyampaikan terimakasih atas kehadiran Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki di Aceh Utara. Kehadiran Pj Gubernur Aceh merupakan satu kehormatan bagi Pemkab Aceh Utara dan seluruh masyarakat daerah ini, yang bahkan dalam bulan Oktober ini sudah dua kali Gubernur Aceh bertandang ke Aceh Utara.
Sebelumnya, saat mendampingi kunjungan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ketika meninjau bencana banjir di kawasan Lhoksukon pada Selasa, 18 Oktober 2022.
“Bapak Gubernur telah banyak membantu, tadi sore juga telah menyerahkan bantuan asuransi untuk.petani korban banjir, bantuan benih padi. juga menyerahkan bantuan rumah dhuafa di kawasan Lhoksukon,” ungkap Azwardi dalam sambutannya.
Pj Gubernur Aceh dinilai sangat peduli terhadap kondisi Kabupaten Aceh Utara. Bahkan sejak bencana banjir pada Oktober ini, Pj Gubernur sudah dua kali berkunjung ke daerah ini. Kepedulian ini memberikan motivasi tersendiri bagi Pemkab Aceh Utara untuk bekerja ekstra dalam membenahi daerah ini dari terpaan bencana banjir yang kerap terjadi saban tahun.
Pada kesempatan ini, Pj Bupati Azwardi juga melaporkan kondisi kekinian terkait sejumlah program prioritas pembangunan daerah. Di antaranya terkait dengan penanganan stunting, di mana pihaknya terus berkolaborasi dengan stakeholder terkait dan jajaran Forkopimda.
“Alhamdulillah, Forkopimda Aceh Utara sangat respek terhadap penanganan stunting. Bahkan masing-masing Forkopimda memiliki desa binaan masing-masing dalam penanganan stunting ini, ini sangat membantu Pemerintah Daerah,” ungkap Azwardi.
Azwardi juga melaporkan tentang pemberdayaan usaha-usaha UMKM lokal. Salah satunya melalui pembinaan yang intens oleh Dekranasda terhadap usaha-usaha kerajinan daerah, misalnya kerajinan bordir dan pakaian batik motif Pasee.
“Kami terus upayakan melalui Dekranasda. Ini batik khas Pase yang saya pakai, sudah terdaftar motif dan desainnya,” ungkap Azwardi.
Azwardi menambahkan, Pemkab Aceh Utara juga sedang mengembangkan usaha UMKM pengembangan beras lokal. Aceh Utara yang merupakan salah satu lumbung beras terbesar di Aceh, sangat potensi untuk mengembangkan usaha pengolahan beras berstandar nasional. Untuk itu, Pemkab Aceh Utara akan menciptakan brand beras Pase, sehingga produk beras Aceh Utara dapat menjadi ciri khas dan dikenal oleh khalayak.
“Nanti kita wajibkan ASN-ASN kita untuk membeli beras yang ada brand Pase, sehingga UMKM-UMKM ini bisa berkembang dan tumbuh,” kata Azwardi.
Sejumlah UMKM lain juga sedang dikembangkan di Aceh Utara, diantaranya usaha budidaya tanaman bawang merah di Kecamatan Sawang yang dinilai sangat prospek untuk mencukupi kebutuhan pasokan bagi pasar-pasar lokal. Bawang merah ini sempat menjadi salah satu pemicu inflasi daerah, sehingga menjadi perhatian pemerintah untuk menjamin ketersediaannya bagi konsumsi masyarakat.
Selain itu, pengembangan UMKM budidaya peternakan ayam pedaging di Kecamatan Nisam Antara dan Baktiya Barat diharapkan juga menjadi pemasok kebutuhan daging ayam bagi kebutuhan Aceh Utara dan sekitarnya. Azwardi mengatakan pihaknya sudah melihat langsung peternakan ayam potong di dua lokasi itu, di mana setiap panen bisa memasok hingga puluhan ton daging ayam.
“Artinya bahwa, UMKM peternakan ayam pedaging ini cukup prospek untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kebutuhan ayam potong tidak lagi harus dipasok dari luar daerah,” ungkap Azwardi. (ADV)

Related posts

Masyarakat Gampong Blang Crum Sambut Idul Adha dengan Qurban 18 Ekor Sapi dan 13 Kambing

Redaksi

Satgas BUMN PT PIM Salurkan Sembako Untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

admin

Pemerintah Aceh Apresiasi Komitmen Jajaran BPTU-HPT Indrapuri

Redaksi

Leave a Comment