Lingkarpos.com | Aceh Timur – Azhar ben Bukhari (35 tahun ) nama seorang pria yang ditemukan sudah tak bernyawa tergantung di dalam kamar rumah almarhum (Abubakar) mertuanya yang terletak di Dusun Beringin, Gampong Blang Andam, Kecamatan Madat, Aceh Timur pada. Sabtu, 25 April 2026. Sekitar pukul 17.00 WIB.
Mariana (16) salah seorang saksi mata yang merupakan adik korban mengatakan ia selama ini mendampingi Kakaknya yang sedang sakit melahirkan, namun pada pukul 17.00 WIB sore tadi, ia pulang ke rumah hendak mengambil pakaian. Sampai di rumah ia mencium aroma tak sedap dan ia sempat memanggil nama Azhar (korban),
tapi tidak ada jawaban, dan ia juga melihat banyak lalat di dalam kamar. Selanjutnya ia keluar memberitahukan kepada tetangganya.
Tak lama kemudian, dua tetangga datang dan mendobrak pintu kamar Azhar yang terkunci dari dalam, setelah kamar terbuka mereka
melihat Azhar sudah tak bernyawa dengan possi tergantung di dalam kamar, melihat hal tersebut mereka memberitahukan Keuchik dan aparatur gampong hingga membuat Keuchik dan sejumlah warga mendatangi lokasi. Informasi yang dihimpun, selama ini korban tinggal seorang diri di rumah, karena kedua mertuanya sudah lama meninggal.
Kepala Desa (Keuchik) Blang Andam Fakrulrazi mengatakan Azhar (korban) berasal dari Desa Grong – Grong, Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur, kejadian tersebut diketahui dirinya setelah diberitahukan warga dan selanjutnya ia langsung memberitahukan Polsek Madat dan meluncur ke lokasi kejadian. Terlihat di lokasi personil Polsek Madat sedang mengamankan lokasi dengan memberi garis police line.
Fakrulrazi juga mengatakan, almarhum sosok seorang pria pendiam, almarhum menikah dengan Masyitah warga Blang Andam dan saat ini Masyitah sedang sakit melahirkan dan berada di kediaman kakaknya di Kecamatan Baktya Barat Aceh Utara.
“Saat ini istri almarhum sakit melahirkan anak kedua dan berada di Sampoiniet, saya menduga ia (korban) tinggal sendiri di rumah sehingga kejadian ini baru di ketahui, kami menduga korban meninggal sudah tiga hari lalu sehingga menimbulkan aroma tak sedap,” kata Fakrulrazi didampingi adik, abang dan nenek korban di lokasi kejadian.
Fauzan (abang kandung) dan Irhas adik korban mengatakan, Azhar semasa hidupnya merupakan sosok pria pendiam dan sangat tertutup dengan keluarganya. “Almarhum adalah adik kandung saya, ia sangat pendiam, kerjanya sebagai buruh bangunan, jika ada keluhan atau masalah tidak pernah mau cerita kepada kami keluarga, kami minta jenazah bisa kami bawa pulang malam ini tanpa harus di visum ” kata Fauzan didampingi Irhas dan Nurmawati (neneknya)
Kapolres Aceh Timur melalui Kapolsek Madat Iptu Denny Zahriyanto Situmorang menyampaikan pihak keluarga menolak di lakukan visum atau otopsi dan mereka bersedia membuat surat pernyataan resmi penolakan. Jenazah korban kini telah dibawa pulang oleh keluarga ke rumah duka di Desa Grong – Grong untuk dimakamkan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan mental orang-orang terdekat, serta tidak ragu untuk melibatkan tenaga profesional jika menemukan tanda-tanda gangguan kejiwaan atau depresi.
(Penulis ; Raz)







