Lhoksukon – Turnamen sepak bola antar Kecamatan Merebutkan Piala Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara Resmi dibuka Bupati Aceh Utara, Ismail A.Jakil,S.,MM dilapangan Matang Drien, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.
Turnamen ini digelar melanjutkan pelaksanaan yang sempat tertunda akibat musibah banjir besar yang melanda wilayah Aceh Utara pada akhir tahun 2025 lalu.
Pembukaan lanjutan turnamen yang berlangsung pada Minggu (2/8/2026) tersebut diwakili oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Aceh Utara, Muhammad Jhony, S.H., yang membacakan sambutan Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE, MM
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Aceh Utara, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga turnamen dapat kembali digelar sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
“Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga merupakan bagian penting dari upaya pembinaan generasi muda Aceh Utara agar menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan berkarakter,” demikian disampaikan dalam sambutan yang dibacakan Muhammad Jhony.
Bupati menjelaskan bahwa penyelenggaraan turnamen memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan antar kecamatan, mencari serta membina bibit-bibit atlet sepak bola berbakat yang nantinya mampu mengharumkan nama Aceh Utara di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
Selain itu, turnamen juga diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga, mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung kegiatan olahraga secara tertib dan positif.
Bupati optimistis Aceh Utara memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet-atlet sepak bola berkualitas.
Menurutnya, turnamen Piala Bupati dan Wakil Bupati Cup menjadi ajang olahraga penting untuk menemukan bibit-bibit unggul sekaligus mengembangkan talenta-talenta anak muda daerah.
Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, mematuhi seluruh peraturan pertandingan, menghormati keputusan wasit, serta tetap menjaga persaudaraan selama kompetisi berlangsung.
“Kemenangan memang penting, tetapi yang jauh lebih utama adalah semangat persatuan, kebersamaan, dan jiwa sportivitas yang lahir dari sebuah kompetisi yang sehat,” pesannya Bupati.
Sementara itu,Bupati meminta kepada panitia pelaksana dan perangkat pertandingan, agar seluruh rangkaian turnamen dilaksanakan secara profesional, tertib, adil, dan transparan sehingga pelaksanaan kompetisi berjalan aman, lancar, dan sukses.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Aceh Utara secara resmi membuka lanjutan Turnamen Sepak Bola Antar Kecamatan Bupati dan Wakil Bupati Cup II Aceh Utara Tahun 2026 dengan mengusung tema “Wujudkan Generasi yang Sehat dan Berprestasi, Menuju Aceh Utara Bangkit.”
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pembukaan turnamen dinyatakan resmi dimulai dan diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan olahraga sepak bola sekaligus mempererat persatuan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa turnamen tersebut merupakan kelanjutan kompetisi yang diselenggarakan berdasarkan Surat Bupati Aceh Utara Nomor 400.4/930/2026 tentang pemberitahuan kelanjutan Turnamen Sepak Bola Antar Kecamatan Piala Bupati dan Wakil Bupati Cup II.
Ia menjelaskan, turnamen berlangsung mulai 2 hingga 15 Agustus 2026, Babak penyisihan digelar di tiga wilayah, yakni wilayah timur di Lapangan Matang Drien, wilayah tengah di Lapangan Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron, serta wilayah barat di Stadion Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu. Selanjutnya babak delapan besar, semifinal hingga grand final dipusatkan di Stadion Krueng Mane.
“Sebanyak 20 kecamatan turut ambil bagian dalam turnamen ini dengan masing-masing mengirimkan satu tim resmi beserta official dan pelatih,” kata Zulkifli.
Ia menyebutkan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp53 juta, terdiri dari juara pertama Rp20 juta, juara kedua Rp15 juta, juara ketiga Rp10 juta, juara harapan Rp5 juta, serta penghargaan top skor dan pemain terbaik masing-masing Rp1,5 juta.
Panitia juga memberikan dukungan kepada seluruh peserta berupa bantuan transportasi sebesar Rp700 ribu untuk setiap kecamatan dan uang saku manajer sebesar Rp300 ribu yang bersumber dari APBK 2026 Disporaparekraf Aceh Utara.
“Seluruh pembiayaan turnamen bersumber dari APBK Aceh Utara Tahun Anggaran 2026 melalui Disporaparekraf” ujarnya
Ia mengatakan, penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga sebagai wadah pembinaan dan pembibitan atlet sepak bola di tingkat kecamatan, memberikan ruang kompetisi resmi bagi atlet muda, serta meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada unsur Forkopimda, para Camat, Askab PSSI Aceh Utara, perangkat pertandingan, panitia, aparatur gampong, unsur pemuda Matang Drien, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara, seluruh organisasi perangkat daerah diarahkan untuk mengelola anggaran secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendukung pembangunan daerah.
Pada laporan akhir, Kapala Disporaparekraf, Zulkifli memohon kesediaan Bupati Aceh Utara untuk secara resmi pelepasan balon dan bendera yang telah ditandatangani oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRK, dan Ketua DPW Partai Aceh.
Sebagai bentuk partisipasi masyarakat, panitia menyiapkan hadiah uang tunai sebesar Rp 4 juta bagi masyarakat yang menemukan bendera tersebut. Hadiah berasal dari sumbangan Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRK, dan Ketua DPW Partai Aceh, masing-masing sebesar Rp 1 juta. Penyerahan bendera dijadwalkan pada malam grand final yang akan berlangsung di Stadion Krueng Mane pada 15 Agustus 2026. [Adv]







