Search

31 Juli 2026

Delapan Bulan Pascabanjir, SD Negeri Madat Bangkit, Revitalisasi Capai 60 Persen, Siswa Belajar Penuh Semangat

Lingkarpos.com | Aceh Timur – Delapan bulan setelah diterjang banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas pendidikan, secercah harapan mulai terlihat di SD Negeri Madat, Kabupaten Aceh Timur. Di tengah suara pekerja yang masih menyelesaikan revitalisasi gedung sekolah, ratusan siswa tetap mengikuti proses belajar mengajar dengan penuh semangat.

Perlahan namun pasti, wajah sekolah yang sempat terdampak bencana kini kembali berubah. Ruang-ruang kelas mulai tertata, lingkungan sekolah semakin rapi, dan optimisme warga sekolah pun tumbuh seiring kemajuan pembangunan.

Koordinator Pendidikan Wilayah (Korwil) Simpang Ulim, Zakaria, S.Pd., mengatakan berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan pada Kamis (30/7/2026), progres revitalisasi sekolah di wilayahnya tergolong paling cepat.

“Pelaksanaan revitalisasi sekolah di wilayah Korwil Simpang Ulim sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Progres pembangunan ruang kelas dan penataan lingkungan sekolah diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen,” ujarnya.

Pada hari yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (PSD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Ridawan, S.Pd., turut meninjau langsung lokasi revitalisasi sekaligus memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik.

Ia berharap pembangunan segera rampung sehingga para siswa dapat kembali menikmati fasilitas belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif.
“Semoga rehabilitasi ini segera selesai sehingga siswa dapat belajar di ruang kelas yang layak dan nyaman seperti sediakala,” kata Ridawan.

Di balik proses pembangunan tersebut, Kepala SD Negeri Madat, Syaridin, S.Pd.SD, terus berupaya menjaga semangat belajar para siswa. Meski sebagian bangunan masih direhabilitasi, kegiatan belajar mengajar tidak pernah terhenti.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap peserta didik baru, pihak sekolah juga memiliki tradisi yang terus dipertahankan setiap tahun ajaran baru, yakni membagikan tas sekolah, seragam batik, dan pakaian olahraga secara gratis kepada seluruh siswa kelas I.

“Kami ingin anak-anak datang ke sekolah dengan rasa bangga dan semangat. Walaupun sekolah masih direvitalisasi, Alhamdulillah proses belajar tetap berjalan lancar,” ujar Syaridin.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap SD Negeri Madat terus meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah peserta didik baru yang terus bertambah setiap tahun.

“Tahun ajaran 2026 kami menerima 56 siswa baru kelas I, sementara siswa kelas VI yang lulus sebanyak 40 orang. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin percaya kepada sekolah kami. Semua ini tidak lepas dari kerja keras para guru dan dukungan masyarakat,” ungkapnya.

Saat ini SD Negeri Madat memiliki 10 rombongan belajar dari kelas I hingga kelas VI. Selama proses revitalisasi berlangsung, beberapa kegiatan belajar sementara dipindahkan ke gedung Madrasah Aliyah Swasta Madat yang berada di belakang sekolah agar seluruh siswa tetap dapat belajar tanpa hambatan.

Ke depan, pihak sekolah berharap pemerintah dapat menambah tiga ruang kelas baru untuk mengimbangi meningkatnya jumlah peserta didik setiap tahun. Kebangkitan SD Negeri Madat menjadi simbol bahwa bencana tidak mampu memadamkan semangat dunia pendidikan. Di tengah keterbatasan, para guru tetap mengajar, siswa tetap belajar, dan harapan akan masa depan yang lebih baik terus dibangun, satu ruang kelas demi satu ruang kelas.

Reporter ; Raiz Azhary