ACEH UTARA – Masyarakat Gampong Cot Mane, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, menyambut antusias sekaligus memberikan apresiasi atas terealisasinya Program Padat Karya Infrastruktur berupa pengerasan jalan desa yang bersumber dari anggaran Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) Tahun Anggaran 2026.
Program yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat tersebut merupakan hasil advokasi Anggota DPRK Aceh Utara dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Zulkifli atau yang akrab disapa Jol Panton, yang terus memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
Kehadiran proyek padat karya ini tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur desa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui penyerapan tenaga kerja lokal selama proses pengerjaan. Program tersebut dinilai menjadi solusi nyata dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus memperbaiki akses transportasi yang sebelumnya rusak akibat bencana banjir bandang.
Geuchik Gampong Cot Mane, Zakaria, yang akrab disapa Jek, didampingi sejumlah tokoh masyarakat, Rabu (15/7/2026), menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Zulkifli (Jol Panton) atas komitmen dan kerja nyatanya dalam mengawal aspirasi masyarakat hingga program tersebut dapat direalisasikan.
Menurutnya, perjuangan anggota legislatif Fraksi PKS itu membuktikan bahwa aspirasi masyarakat dapat diwujudkan melalui kerja politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi langkah nyata Bapak Zulkifli (Jol Panton) dari Fraksi PKS DPRK Aceh Utara. Jalan ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Kini akses warga menjadi lebih baik, lingkungan juga semakin rapi dan asri setelah sempat terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu,” ujar Zakaria.
Ia menambahkan, jalan tersebut selama ini menjadi akses utama masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan, serta menunjang aktivitas pendidikan, perdagangan, dan kegiatan sosial lainnya.
Dengan selesainya pengerasan jalan desa tersebut, mobilitas warga kini menjadi lebih mudah, aman, dan lancar. Biaya transportasi juga diharapkan dapat ditekan sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Selain menghadirkan infrastruktur yang lebih layak, Program Padat Karya Infrastruktur Kemnaker juga membuka kesempatan kerja bagi warga setempat selama proses pembangunan berlangsung. Melalui skema padat karya, masyarakat memperoleh tambahan penghasilan yang turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Masyarakat berharap program-program serupa dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang, terutama di desa-desa yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar pascabencana. Mereka menilai program padat karya merupakan salah satu bentuk pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat karena tidak hanya menghasilkan fasilitas umum yang bermanfaat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian warga melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Realisasi program tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah pusat, wakil rakyat, dan pemerintah gampong mampu menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Aceh Utara. (Alman)







