Search

26 Mei 2026

Penanganan ISPA dan Pentingnya PHBS untuk Cegah Penularan

Foto: Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Jalaluddin, S.K.M,

Aceh Utara – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit yang sering dialami masyarakat, terutama di tengah perubahan cuaca dan menurunnya kualitas udara. Penanganan yang tepat serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit ini.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Jalaluddin, S.K.M, menjelaskan, Secara medis, penanganan ISPA bergantung pada tingkat keparahan gejala. Untuk kasus ringan, penderita dianjurkan memperbanyak istirahat, mengonsumsi air putih, serta mengkonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, seperti penurun demam atau obat batuk. Sementara pada kasus yang lebih berat, seperti disertai sesak napas atau demam tinggi berkepanjangan, pasien perlu segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan untuk mencegah komplikasi.

Lanjutnya, Selain pengobatan, langkah pencegahan melalui PHBS dinilai sangat efektif. Masyarakat diimbau rutin mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar. Penggunaan masker saat sedang sakit atau berada di tempat umum juga dapat membantu mencegah penularan.

Tenaga kesehatan juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan aktivitas fisik secara teratur. Lingkungan rumah dengan ventilasi yang baik serta bebas dari asap rokok turut berperan dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan.

Selanjutnya, etika batuk dan bersin menjadi bagian penting. Menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam dapat mencegah penyebaran droplet yang menjadi media utama penularan ISPA.

Penggunaan masker medis juga dianjurkan, terutama bagi individu yang sedang sakit atau berada di lingkungan dengan risiko penularan tinggi. Masker berfungsi sebagai pelindung untuk mengurangi paparan partikel infeksius di udara.

Dari sisi lingkungan, PHBS menekankan pentingnya ventilasi udara yang baik dan menjaga kualitas udara di dalam rumah. Sirkulasi udara yang lancar membantu mengurangi konsentrasi kuman di ruang tertutup. Selain itu, menghindari paparan asap rokok dan polusi juga menjadi langkah krusial.

Dalam aspek imunitas, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, dan rutin beraktivitas fisik. Imunisasi juga menjadi bagian dari pencegahan medis, khususnya untuk melindungi dari infeksi tertentu yang dapat memicu ISPA.

Terakhir, deteksi dini dan penanganan cepat sangat dianjurkan. Jika muncul gejala seperti batuk, demam, atau sesak napas, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan agar tidak terjadi penularan lebih luas.

Dengan penerapan PHBS secara konsisten dan berbasis medis, risiko penularan ISPA dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. [Adv]