Aceh Utara – Panitia Samudera Pasai masih membutuhkan dukungan dana untuk merealisasikan seluruh rangkaian kegiatan. Dari kebutuhan anggaran yang telah diverifikasi sebesar Rp2,6 miliar, baru terkumpul Rp600 juta yang diterima panitia.
Sementara itu, total komitmen dukungan yang telah dicatat panitia mencapai sekitar Rp2,1 miliar.
Hal tersebut disampaikan Bendahara Event Samudera Pasai, Dr. Muslim Syamsuddin, ST., M.A.P., didampingi Sekretaris Panitia Misbahul Munir, S.T., M.M., dalam konferensi pers bersama insan media di Aula Kesbangpol Aceh Utara, Rabu (9/9/2026).
Muslim menjelaskan, kebutuhan awal untuk seluruh rangkaian kegiatan selama tujuh hari tujuh malam diusulkan mencapai Rp3,6 miliar.
Namun, setelah dilakukan verifikasi dan penyesuaian, panitia menetapkan kebutuhan anggaran sekitar Rp2,6 miliar.
“Angka Rp3,6 miliar itu merupakan usulan dari kawan-kawan untuk seluruh kegiatan. Setelah panitia melakukan verifikasi, yang disetujui sekitar Rp2,6 miliar,” jelas Muslim.
Muslim menegaskan, pelaksanaan Event Samudera Pasai tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja kabupaten (APBK) Aceh Utara.
Pendanaan kegiatan berasal dari sumbangan dan partisipasi berbagai pihak, antara lain unsur organisasi perangkat daerah (OPD) secara personal, perusahaan swasta, perusahaan daerah, tokoh masyarakat, serta pihak lain yang menyatakan komitmen mendukung kegiatan.
Menurut Muslim, dari berbagai pihak tersebut telah tercatat komitmen dukungan sekitar Rp2,1 miliar. Namun, hingga Rabu (9/9/2026), dana yang telah masuk ke panitia baru sekitar Rp600 juta.
Artinya, masih terdapat sekitar Rp1,5 miliar dari komitmen yang belum direalisasikan.
Panitia berharap para pihak yang sebelumnya telah menyatakan komitmen dukungan dapat segera merealisasikan bantuan sesuai kemampuan dan kesanggupan masing-masing.
“Kami berharap kepada seluruh donatur yang sudah membuat komitmen untuk membantu kegiatan Event Samudera Pasai, bagi yang belum, sudikiranya dapat menyetor kepada panitia,” ujar Muslim.
Ia menegaskan, dukungan tersebut bukan merupakan hasil paksaan dari panitia.
Menurutnya, bantuan diberikan atas dasar komitmen yang sebelumnya telah disampaikan masing-masing pihak untuk mendukung pelaksanaan Event Samudera Pasai.
“Tidak ada unsur pemaksaan. Ini merupakan komitmen bersama yang telah dibuat sebelumnya. Kami hanya berharap komitmen tersebut dapat direalisasikan,” katanya.
Panitia juga memastikan dana yang diterima akan dikelola sesuai kebutuhan kegiatan.
Muslim mengatakan, setiap usulan anggaran terlebih dahulu diverifikasi oleh panitia. Karena itu, jumlah anggaran yang akhirnya disetujui tidak selalu sama dengan nilai yang diajukan.
Ia menyebut pelaksanaan event Samudera Pasai dengan dukungan berbagai pihak merupakan bagian dari semangat gotong royong untuk menjaga sejarah, budaya, dan nilai-nilai keislaman yang diwariskan Kesultanan Samudera Pasai.
Panitia berharap dukungan masyarakat, dunia usaha, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang telah menyatakan komitmen dapat terus diperkuat agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Peringatan event Samudera Pasai diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi upaya menghidupkan kembali sejarah kejayaan Samudera Pasai sekaligus memperkuat identitas Aceh sebagai salah satu pusat perkembangan Islam, perdagangan, dan peradaban di Asia Tenggara.[]







