Search

22 Juni 2026

Mantan Kabid Humas PWO Aceh Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua Umum

Lingkarpos.com | Banda Aceh – Mantan kabid humas Persatuan Wartawan Online (PWO) Aceh Azhar akrab dipanggil Rais Azhary resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PWO Aceh untuk periode masa bakti Tahun 2026–2031.

Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Besar (Mubes) PWO Aceh yang digelar di Room salah satu Caffe yang ada Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur pada. Minggu (21-06-2026) sore.

Amatan media ini, prosesi pemilihan berjalan lancar, aman, dan penuh kekeluargaan. Setelah tidak ada calon lain yang diajukan oleh seluruh peserta dari beberapa kabupaten/kota. Panitia mubes tersebut, akhirnya menetapkan Rais Azhary layak memimpin organisasi yang menaungi insan pers di wilayah Aceh.

Dalam sambutannya Rais Azhayi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan segenap pengurus DPP, DPD/Kabupaten/kota. Ia menegaskan akan membawa PWO Aceh ke arah yang lebih baik, memperkuat solidaritas antar wartawan, serta meningkatkan kualitas profesionalisme anggota.

“Kepercayaan ini adalah amanah besar. Saya bersama pengurus yang akan dibentuk nanti berkomitmen untuk melindungi hak-hak wartawan, meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap tugas peliputan,” ujarnya saat ditemui.

Ketua Panitia Mubes PWO Aceh M. Amin menyatakan bahwa, hasil keputusan ini merupakan wujud kesatuan pandangan seluruh elemen wartawan yang tergabung dalam PWO Aceh, serta dukungan dari kabupaten. Dan ia juga berharap dengan terpilihnya kepemimpinan baru mampu membawa manfaat nyata bagi kemajuan dunia pers di provinsi Aceh.

“Pemilihan secara aklamasi ini menunjukkan persatuan yang kuat. Kami yakin di bawah kepemimpinan Rais Azhari, PWO Aceh akan semakin diperhitungkan dan menjadi mitra yang baik bagi pemerintah serta masyarakat,” tambahnya.

Dengan terpilihnya Rais Azhary, diharapkan organisasi ini dapat terus berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang akurat, objektif, dan bertanggung jawab, sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah Aceh. Pungkas M. Amin. (**)