ACEH UTARA – Duel dua kesebelasan yang sama-sama membawa nama Nisam berlangsung sengit di Krueng Mane Football Stadium, Aceh Utara, Jumat sore (7/8/2026).
Dalam laga lanjutan Turnamen Piala Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara 2026, Nisam Antara berhasil membalikkan keadaan dan menundukkan Nisam Putra dengan skor tipis 2-1.
Pertandingan tersebut digelar setelah laga pertama antara Kuta Makmur menghadapi Banda Baro. Meski menjadi pertandingan kedua pada hari yang sama, kedua tim tampil dengan energi tinggi. Para pemain muda yang diturunkan masing-masing kesebelasan menunjukkan kecepatan, kekuatan fisik dan keberanian dalam melakukan duel satu lawan satu.
Nisam Antara tampil menggunakan kostum stabilo hitam, sementara Nisam Putra mengenakan seragam hijau putih. Pertandingan berlangsung selama 2 x 35 menit. Dengan waktu pertandingan yang relatif singkat, kedua tim langsung bermain agresif sejak peluit pertama dibunyikan.
Tempo permainan bergerak cepat. Tidak banyak waktu yang digunakan kedua kesebelasan untuk melakukan penjajakan. Bola segera diperebutkan di lini tengah, sementara pemain sayap dari kedua tim berusaha membuka ruang melalui kecepatan mereka.
Nisam Putra menjadi salah satu tim yang lebih dahulu memberikan ancaman. Sebuah tendangan keras dari pemain bernomor punggung 12 pada menit-menit awal mengarah mendatar ke gawang Nisam Antara. Bola meluncur cukup deras, tetapi penjaga gawang masih mampu membaca arah tembakan dan menepisnya.
Peluang tersebut tidak membuat Nisam Antara mengendur. Mereka segera membalas melalui serangan dari sisi kanan. Bola dibawa dengan cepat menuju tengah sebelum diarahkan kembali ke area pertahanan Nisam Putra.
Tendangan keras dari tengah lapangan kembali menjadi ancaman. Bola melaju deras menuju gawang, tetapi penjaga gawang Nisam Putra masih sigap melakukan penyelamatan dengan menepis bola ke atas gawang.
Pertandingan pun berubah menjadi jual beli serangan. Nisam Putra mencoba membangun serangan melalui umpan-umpan pendek, sedangkan Nisam Antara mengandalkan transisi cepat dari pertahanan ke lini depan.
Serangan balik Nisam Antara beberapa kali cukup merepotkan. Pemain dari sektor kiri menggiring bola ke tengah dan mencoba mencari celah di antara barisan pertahanan Nisam Putra. Namun, pertahanan Nisam Putra masih mampu mengantisipasi setiap ancaman yang datang.
Sebaliknya, Nisam Putra juga tidak mau terus berada dalam tekanan. Mereka kembali menekan melalui sisi sayap dan berusaha mengirimkan bola ke area depan gawang.
Setelah sejumlah peluang tercipta, gol pertama akhirnya hadir pada menit ke-18.
Nisam Putra membangun serangan dari sisi kanan. Bola kemudian diarahkan ke tengah dan menemukan pemain yang berada di depan gawang. Noval, pemain bernomor punggung 8, berada pada posisi yang tepat untuk menerima bola.
Tanpa membuang waktu, Noval melepaskan tendangan datar dengan tenang. Bola meluncur ke arah gawang dan gagal dihentikan penjaga gawang Nisam Antara.
Nisam Putra unggul 1-0.
Gol tersebut membuat para pemain Nisam Putra semakin percaya diri. Namun, keunggulan itu ternyata hanya bertahan sekitar satu menit.
Nisam Antara langsung memberikan respons melalui serangan cepat. Bola dimainkan menuju area depan gawang Nisam Putra. Hambali, pemain bernomor punggung 7, mendapatkan umpan pendek di depan gawang.
Hambali memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Ia melepaskan tembakan yang berhasil menaklukkan penjaga gawang Nisam Putra.
Skor berubah menjadi 1-1.
Gol balasan cepat itu membuat pertandingan semakin menarik. Kedua tim kembali meningkatkan tempo permainan. Setiap kali salah satu kesebelasan kehilangan bola, lawan langsung berusaha melakukan serangan balik.
Nisam Putra hampir kembali unggul melalui aksi individu Rasyidi. Pemain tersebut berhasil melewati tiga pemain lawan dalam sebuah rangkaian dribel yang mengesankan. Rasyidi mampu membawa bola mendekati area pertahanan Nisam Antara, tetapi penyelesaian akhirnya belum sempurna.
Bola hasil tembakannya melintas di sisi kiri penjaga gawang, hanya sekitar satu meter dari tiang gawang.
Peluang tersebut menjadi salah satu kesempatan terbaik Nisam Putra untuk kembali memimpin.
Menjelang akhir babak pertama, Nisam Antara juga melancarkan dua serangan yang cukup berbahaya. Mereka berusaha memanfaatkan ruang di sisi pertahanan Nisam Putra. Namun hingga pertandingan memasuki masa akhir babak pertama, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Kedua tim keluar Lapangan dengan skor sama kuat 1-1.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak mengalami penurunan. Kedua kesebelasan kembali bermain dengan tempo tinggi. Pemain-pemain muda yang diturunkan terlihat semakin berani mengambil risiko untuk memenangkan pertandingan.
Riuh penonton di sisi lapangan turut menambah atmosfer pertandingan. Setiap serangan berbahaya mendapat sorakan, sementara peluang yang gagal diselesaikan disambut dengan reaksi kecewa dari para pendukung.
Nisam Putra mencoba mengambil kembali kendali permainan. Namun Nisam Antara justru mampu memanfaatkan serangan cepat melalui sektor sayap.
Gol kedua Nisam Antara tercipta pada menit kedelapan babak kedua.
Proses gol tersebut berawal dari sebuah bola pelanggaran yang dimainkan dari area bawah. Bola diarahkan menuju sisi kiri kepada Ilham, pemain bernomor punggung 10.
Ilham kembali memperlihatkan kecepatan yang sejak awal pertandingan menjadi salah satu senjata utama Nisam Antara. Ia berhasil melewati dua pemain Nisam Putra melalui aksi individu.
Setelah mendapatkan ruang, Ilham kemudian mengirimkan umpan lambung ke area depan gawang.
Muhajir, pemain bernomor punggung 8, bergerak tepat ke arah bola. Ia menyambut umpan lambung tersebut dengan sundulan sempurna.
Bola meluncur ke dalam gawang.
Nisam Antara berbalik unggul 2-1.
Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Nisam Antara. Kecepatan Ilham dalam membongkar pertahanan lawan dan kemampuan Muhajir membaca arah bola menghasilkan kombinasi yang efektif.
Tertinggal satu gol, Nisam Putra tidak tinggal diam. Mereka meningkatkan tekanan dan mencoba mencari ruang di pertahanan Nisam Antara.
Beberapa kali serangan berhasil mencapai area pertahanan lawan. Namun persoalan penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Beberapa peluang yang seharusnya dapat menjadi gol justru gagal dimanfaatkan.
Nisam Antara juga tetap berbahaya melalui serangan balik. Ketika Nisam Putra menaikkan banyak pemain ke depan, ruang di belakang pertahanan mereka terbuka. Kondisi tersebut beberapa kali dimanfaatkan Nisam Antara untuk melakukan transisi cepat.
Namun, penyelesaian akhir Nisam Antara juga belum sepenuhnya sempurna sehingga keunggulan 2-1 belum bertambah.
Nisam Putra kembali memperoleh peluang emas melalui sebuah umpan silang dari sisi kiri. Bola diarahkan ke depan gawang dan pemain bernomor punggung 8 sudah berhasil lolos dari pengawalan.
Namun bola terlalu tinggi sehingga tidak mampu dijangkau. Kesempatan emas tersebut kembali terbuang.
Tekanan Nisam Putra semakin meningkat ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir. Mereka mulai mengambil risiko dengan menempatkan lebih banyak pemain di area pertahanan Nisam Antara.
Situasi tersebut membuat pertandingan semakin menegangkan.
Sebuah sepak pojok dari sisi kiri kembali menghasilkan kemelut di depan gawang Nisam Antara. Bola liar berada di antara beberapa pemain yang berusaha melakukan penyelesaian.
Namun tidak ada pemain yang mampu melakukan sentuhan akhir dengan sempurna.
Nisam Putra terus mengejar gol penyama kedudukan. Serangan demi serangan dilancarkan dari kedua sisi lapangan.
Pada salah satu kesempatan terakhir, pemain bernomor punggung 10 Nisam Antara melakukan serangan dari sisi kiri dan mengirimkan umpan silang ke depan gawang. Seorang pemain yang berdiri bebas sebenarnya sudah berada dalam posisi yang sangat baik.
Namun pemain tersebut terlambat masuk sehingga tidak mampu menjangkau bola.
Kesempatan kembali terbuang.
Nisam Putra masih berusaha melakukan tekanan hingga peluit panjang dibunyikan. Namun pertahanan Nisam Antara mampu bertahan hingga akhir pertandingan.
Peluit panjang wasit Zulkarnaen akhirnya memastikan kemenangan Nisam Antara dengan skor 2-1 atas Nisam Putra.
Pertandingan tersebut menjadi salah satu duel menarik dalam rangkaian Piala Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara 2026. Selain berlangsung ketat, laga ini juga memperlihatkan kualitas pemain muda dari kedua wilayah yang memiliki kecepatan, fisik dan keberanian bermain menyerang.
Nisam Putra sebenarnya mampu membuka keunggulan lebih dahulu melalui Noval pada menit ke-18. Namun keunggulan tersebut hanya bertahan satu menit sebelum Hambali menyamakan kedudukan.
Nisam Antara kemudian memastikan kemenangan melalui Muhajir pada menit kedelapan babak kedua setelah memanfaatkan umpan lambung Ilham dari sisi kiri.
Dari jalannya pertandingan, efektivitas serangan menjadi pembeda. Nisam Putra memiliki sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan setelah tertinggal 1-2, tetapi kurang tenang dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya, Nisam Antara mampu memanfaatkan momentum penting untuk menghasilkan gol.
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menilai Piala Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara. Menurutnya, turnamen tersebut juga memiliki nilai penting dalam pembinaan pemain muda dan memperkuat hubungan antarmasyarakat.
“Turnamen ini bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang paling penting adalah bagaimana kita memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk mengembangkan bakat, menjaga sportivitas dan membangun semangat kebersamaan,” kata Ismail A Jalil.
Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi wadah lahirnya pemain-pemain muda berbakat dari berbagai kecamatan di Aceh Utara.
“Jaga persaudaraan, jaga sportivitas dan berikan permainan terbaik. Kita ingin Piala Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara menjadi bagian dari pembinaan sepak bola sekaligus hiburan yang sehat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pesan tersebut tercermin dalam duel Nisam Antara dan Nisam Putra. Meski kedua tim tampil agresif dan saling beradu strategi, pertandingan tetap berlangsung dalam atmosfer kompetitif yang menghibur.
Bagi Nisam Antara, kemenangan 2-1 menjadi hasil penting setelah mampu bangkit dari ketertinggalan. Sementara bagi Nisam Putra, kekalahan tersebut menjadi pelajaran dari pertandingan yang sebenarnya mereka jalani dengan penuh keberanian.
Di balik hasil akhir tersebut, pertandingan di Krueng Mane Football Stadium memperlihatkan satu hal penting: Aceh Utara memiliki banyak pemain muda yang memiliki potensi untuk terus berkembang apabila mendapatkan kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan.
Susunan pemain Nisam Putra terdiri dari Mukhtar Riza sebagai penjaga gawang, kemudian Syukri, Yudi, Noval, Fajol, Mansyurdin, Rasyidin, Darman, Wanggai, Manyar dan Raja. Pemain cadangan yang disiapkan yakni Raiska, Kirani, Syharol, Danil, Salfi, Zyilbizan dan Nyak Pon.
Sementara Nisam Antara menurunkan Martunis sebagai penjaga gawang, Fazil, Fauzan, Alisin, Manyar, Daiyadi, Martunis, Muhajir, Hambali, Rudi dan Ilham. Pemain cadangan terdiri dari Edi, Muhajir, Fahril, Aril, Fakini, Haizin dan Syawaludin.
Kapten Nisam Antara dalam pertandingan tersebut adalah Daiyadi dengan nomor punggung 14.
Pertandingan dipimpin wasit Zulkarnaen dengan dibantu Safrizal dan Zulkifli sebagai hakim garis.[Adv]







