Lingkarpos.com | Aceh Utara – Proyek pembersihan saluran sekunder Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara yang dikelola oleh Dinas PU setempat dikabarakan menelan anggaran ratusan juta rupiah. Namun hali ini menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, hasil pekerjaan di lapangan diduga dikerjakan asal jadi dan dinilai tidak maksimal.
Pantauan di lokasi pada Minggu 24 Mei 2026, kondisi saluran irigasi tepatnya di belakang stadion bola Rawang Itek, saluran masih tampak dipenuhi lumpur di sejumlah titik. Bahkan, tebing saluran terlihat tidak dirapikan dengan baik usai pengerukan yang dilakukan. Warga menilai pekerjaan tersebut jauh dari harapan, sementara anggaran yang digelontorkan disebut cukup besar.
“Kalau dilihat hasilnya seperti ini, masyarakat tentu bertanya-tanya. Anggaran besar, tapi pekerjaan terkesan asal selesai saja,” ujar salah seorang warga kepada media ini, Senin (26/05).
Selain itu, warga juga khawatir kondisi saluran yang tidak dibersihkan secara maksimal dapat berdampak terhadap kelancaran distribusi air ke areal persawahan masyarakat, terutama saat musim tanam tiba.
Masyarakat meminta instansi terkait turun tangan melakukan evaluasi terhadap pekerjaan tersebut, termasuk memeriksa kualitas pelaksanaan proyek dan penggunaan anggaran agar tidak terkesan mubazir.
Kepala Dinas PU Aceh Utara M Jafar saat dikonfirmasi media ini via whashap tidak respon, begitu juga pihak terkait atau pelaksana proyek tersebut hngga berita ini diturunka belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan masyarakat.. (**)







