Search

23 April 2026

Proyek Irigasi Jambo Aye Mangkrak, Zulkifli Aneuk Syuhada Sebutkan Petani Jadi Korban

Lingkarpos.com | Aceh Timur – Kekecewaan masyarakat Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur terhadap lambannya penyelesaian proyek irigasi DI Jambo Aye -Langkahan sayap kanan kian memuncak. Hingga kini, proyek yang digadang-gadang menopang sektor pertanian tersebut belum juga rampung, sementara dampaknya sudah dirasakan langsung oleh petani yang gagal turun ke sawah pasca banjir.

Tokoh muda Pante Bidari, Zulkifli Aneuk Syuhada, menilai kondisi ini sebagai bentuk kelalaian serius dalam pengelolaan proyek strategis yang menyangkut hajat hidup masyarakat. “Ini bukan sekadar proyek terlambat. Ini menyangkut perut masyarakat. Sawah rusak akibat banjir, irigasi pun tidak selesai. Petani sekarang tidak bisa menanam padi. Siapa yang mau bertanggung jawab?” sebutnya dalam pers rils yang dikirmkan kepada lingkarpos.com Rabu malam (24/4).

Menurut Zulkifli, mandeknya pembangunan irigasi tersebut memperparah kondisi ekonomi petani yang sebelumnya sudah terpukul akibat bencana banjir.

Ia jugw menyebutkwn, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya gagal panen, tetapi juga berpotensi memicu krisis pangan di tingkat lokal.

Zulkifli Aneuk Syuhada juga menyoroti kinerja kontraktor pelaksana proyek tahun 2025 yang dinilai gagal total. Ia menilai perusahaan tersebut sejak awal tidak menunjukkan kapasitas yang memadai, namun tetap dipercaya mengerjakan proyek besar tersebut.

“Jangan ulangi kesalahan yang sama. Tahun lalu kita sudah lihat sendiri, perusahaan yang kerja tidak mampu menyelesaikan tepat waktu. Kualitas dipertanyakan, progres lambat, akhirnya harus diadendum. Ini bukti perencanaan dan penunjukan yang bermasalah,” katanya tegas.

Ia juga mendesak Kementerian terkait serta Balai Wilayah Sungai untuk lebih selektif dan profesional dalam menentukan pelaksana proyek lanjutan. Zulkifli mengingatkan agar penunjukan kontraktor tidak didasarkan pada kedekatan atau kepentingan tertentu.

“Jangan tunjuk perusahaan karena kedekatan atau karena sanggup kasih fee besar. Yang dibutuhkan masyarakat itu hasil kerja, bukan janji,” katanya dengan nada keras.

Zulkifli juga menyebut sejumlah perusahaan seperti SMS, NS, KSMS, dan BJN sebagai contoh kontraktor yang dinilai memiliki rekam jejak baik dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan sesuai target.

“Mereka yang sudah terbukti mampu seharusnya diberi kesempatan. Jangan sampai proyek ini terus jadi ajang coba-coba, sementara masyarakat jadi korban,”ungkapnya.

Masyarakat Pante Bidari kini menuntut langkah cepat dan konkret dari pemerintah untuk menyelesaikan proyek irigasi tersebut. Mereka menilai, jika pembangunan terus berlarut, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin tergerus.

“Kami tidak butuh alasan. Kami butuh irigasi yang selesai. Kalau tidak, jangan salahkan masyarakat jika kepercayaan terhadap pemerintah hilang,” tandas Zulkifli.

PPTK Irigasi DI Jambo Aye – Langkahan Setia Budi ketika dikonfirmasi lingkarpos.com lewat pesan whatshap nya mengatakan bahwa “proyek irigasi sayap kanan dikerjakan dengan kontraktual, bukan swakelola, tidak masuk ke OP, itu ada satker sendiri, itu bukan ranah saya. (nyan bukan ranah lon)” jawabnya singkat. (RAZ)