Lingkarpos — Di tengah sengketa status administratif yang belum menemui titik terang, ratusan warga Gampong Alue Tingkeum, Kecamatan Lhoksukon, tetap menggelar kegiatan sosial berupa buka puasa bersama (bukber) dan santunan sejumlah anak yatim, kegiatwn bertempat di meunsah gampong setempat, Selasa (17/3/2026).
Ditambah lagi, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Utara beberapa waktu lalu adalah contoh nyata ujian berat yang di alami warta gampong Alue Tingkeum. Dalam situasi genting seperti ini Pemerintah pusat dan daerah bersama TNI, Polri dan para relawan bergerak cepat melakukan evakuasi, membuka akses yang terputus, hingga memastikan bantuan logistik tersalurkan. Nah dari situlah diperlukan data valid agar warga yang terdampak bencana mendapat bantuan pemerintah, contohnya bantuan sapi meugang kepada gampong-gampong yang terdampak.
Untuk diketahui, sejak tahun 2014 Gampong Alue Tingkeum digabungkan ke dalam Gampong Meunasah Manyang. Namun, masyarakat setempat menilai kebijakan tersebut sanagt merugikan karena berdampak pada terbatasnya akses layanan publik dan bantuan sosial pasca bencana banjir.
Hingga saat ini memasuki 2026, proses pengembalian status desa definitif dengan nama Seuneubok Alue Tingkeum masih bergulir di tingkat Pemerintah Provinsi Aceh. Dan hingga kini masyarakat terus berupaya memperjuangkan hak administratif mereka agar kembali diakui sebagai desa mandiri.
Di tengah kondisi tersebut, semangat kebersamaan masyarakat tetap terjaga. Buktinya hari ini bertepatan 28 Ramadhan ratusan warga antusias mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar di meunasah gampong. Selain itu, panitia juga menyalurkan santunan, berupa sembako, pakaian dan uang kontan kepada sejumlah anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Tgk Muzakir, saat ditemui wartawan mengatakan bahwa kegiatan tersebut terlaksana dan sumber swadaya masyarakat yang kompak bekerja sama menggalang donasi.
“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana berkat kebersamaan warga. Meski dalam kondisi genting pasca bencana kami tetap ingin menjaga silaturahmi dengan anak-anak yatim,” ujar Tgk Muzakir usai menyerahkan santunan kepada anak yatim.
Sementata itu, Sulaiman Keuchik Alur Tingkuem sangat berharap kepada pemerintah agar segera memberikan kejelasan terkait status Gampong Alue Tingkeum, sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh hak-hak dasar sebagai warga desa definitif.
“Persoalan sangketa status gampong masih berlanjut ke provindi, kami sangat berharap ada keputusan yang adil, agar masyarakat desa kami tidak terus berada dalam ketidakpastian,” ungkapnya.
Pantauan media ini, kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, hal ini menjadi bukti bahwa solidaritas warga tetap kuat meski di tengah pemulihan pasca bencana dan persoalan administratif gampong yang belum terselesaikan. (**)







