Search

22 Juli 2026

Kapolda Aceh Perkuat Kemitraan dengan Insan Pers, Dorong Informasi Kredibel dan Bangun Kepercayaan Publik

Lingkarpos.com | Banda Aceh – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menggelar pertemuan kemitraan bersama insan pers dengan mengusung tema “Mempererat Kemitraan Kapolda Aceh dengan Insan Pers Guna Mewujudkan Informasi yang Kredibel, Edukatif, dan Membangun Kepercayaan Publik” di Gedung Presisi Mapolda Aceh,pada.Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, sejumlah Kepala organisasi Pers, serta wartawan dari berbagai media cetak, daring, televisi, dan radio di Aceh. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana hangat sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan insan pers.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan.
menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi yang baik antara kepolisian dan pers menjadi salah satu kunci dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pemberitaan yang kredibel, berimbang, dan edukatif.

“Media adalah mitra strategis Polri. Melalui kerja sama yang baik, kita dapat menghadirkan informasi yang akurat sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” ujar Kapolda.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama para wartawan. Berbagai isu yang menjadi perhatian publik dibahas secara terbuka, termasuk perkembangan penanganan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di sebuah toko emas di Kabupaten Aceh Selatan yang melibatkan seorang oknum anggota Polri.

Kapolda menjelaskan, oknum anggota tersebut saat ini telah menjalani proses penyidikan secara intensif. Selain diproses secara pidana, yang bersangkutan juga akan dikenai sanksi etik sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri.

“Oknum polisi tersebut sedang dilakukan penyidikan dan akan dikenakan kode etik. Hingga saat ini hasil penyidikan sementara menunjukkan motif pelaku karena kondisi keuangan, namun kami masih terus melakukan penyidikan secara mendalam,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda Aceh juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat tindakan oknum tersebut. Ia menegaskan bahwa perbuatan pelaku merupakan tindakan pribadi yang tidak mencerminkan institusi Polri.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Aceh atas kejadian ini. Kami memastikan proses hukum akan dilakukan secara transparan dan tidak ada toleransi terhadap setiap anggota yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Melalui forum kemitraan tersebut, Kapolda Aceh berharap hubungan baik antara Polri dan insan pers terus terjalin semakin erat. Dengan komunikasi yang terbuka dan kolaborasi yang baik, diharapkan informasi yang diterima masyarakat semakin kredibel, edukatif, serta mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri. (**)