Search

15 Maret 2026

Pembangunan Huntara Belum Siap,Jelang Lebaran Korban Banjir Aceh Masih Bertahan di Tenda Darurat

Lingkarpos | Aceh Timur, 14 Maret 2026
Pembangunan hunian sementara (Huntara) di Desa Buket Kareung, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, hingga saat ini masih jauh dari kata selesai, Setelah tiga bulan proses pengerjaan, pantauan di lapangan menunjukkan progres pembangunan baru mencapai kurang dari 50 persen dari 49 unit calon penerima Huntara. Akibatnya, puluhan warga penerima bantuan terpaksa masih tinggal di tenda darurat atau menginap di rumah kerabat menjelang Idul Fitri 1447 H.

Nuryati, salah satu warga yang mengaku sudah tiga bulan tinggal bersama keluarga, kepada Tim Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir saat ditemui,Sabtu 14 Maret 2026 mengungkapkan kekecewaannya terhadap keterlambatan pembanguan Huntara.

“Rumah bantuan Huntara yang seharusnya kami terima belum juga siap. Kami sudah menunggu terlalu lama,” tuturnya dengan nada sedih.

Hal senada juga disampaikan Nur Aini yang terlihat masih tinggal di tenda darurat. Ia mengaku tidak betah lagi tinggal dibawah tenda darurat, anak -anak sangat menderita, pada siang hari cuaca sangat panas, apa lagi saat turun hujan, air menggenangi tempat tidur mereka.

“Pekerjaan seharusnya telah dimulai sebelum Ramadhan, dan saya berharap bisa tinggal di Huntara saat bulan suci ini. Namun hingga kini, kami masih berada di tenda, dan tampaknya hari raya Idul Fitri juga masih seperti ini,” keluhnya.

Kondisi tenda darurat yang ditempati warga dinilai tidak layak untuk bertahan dalam jangka waktu lama, terutama dengan datangnya musim penghujan yang sering melanda wilayah tersebut. Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan pembangunan Huntara atau memberikan solusi sementara yang lebih aman sebelum hari raya tiba.

Kepala Desa Buket Kareung, Ezzie Reuffin, sangat berharap agar hunian sementara dapat selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Saya sangat berharap masyarakat kami yang mendapatkan hunian sementara bisa segera berpindah dari tenda, karena mereka sudah berbulan-bulan berteduh di bawah tenda,” ungkapnya saat ditemui.

Ezzie Arifin juga menekankan pentingnya penyelesaian proyek Huntara sebelum lebaran. “Kami berharap warga korban yang mendapatkan Huntara dapat menempati tempat tinggal mereka selama bulan puasa. Namun, sampai saat ini, pada tanggal 25 Ramadan, mereka masih terpaksa tinggal di tenda darurat dan rumah kerabat,” imbuhnya.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah, BNPB serta dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap pihak yang mengerjakan proyek ini, mempercepat penyelesaian, serta memberikan informasi jelas terkait jadwal penyelesaian yang pasti,” ujar salah satu anggota tim media dari Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh yang melakukan observasi.

Dengan harapan yang tinggi dan situasi yang mendesak, warga Desa Buket Kareung Kecamatan Pante Bidari terus menantikan solusi yang selayaknya mereka terima.