Aceh Utara I Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Safrizal ZA, M.Si, meninjau langsung kondisi hunian sementara (huntara) yang rusak akibat diterjang angin kencang di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 4/6/2026.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil untuk memastikan percepatan penanganan bagi masyarakat terdampak.
Selain melakukan pengecekan di Gampong Rumoh Rayeuk dan Buket Linteung, Safrizal juga melakukan pendataan ulang terhadap huntara yang mengalami kerusakan. Dalam kesempatan itu, pemerintah turut menyerahkan bantuan perlengkapan dapur dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak bencana.
Safrizal mengatakan pihaknya telah menerima informasi dari Bupati Aceh Utara terkait sejumlah huntara yang dibangun oleh BNPP dan Kementerian PUPR. Perbaikan terhadap fasilitas tersebut, menurut informasi yang diterima, akan segera dikerjakan melalui koordinasi dengan pihak terkait dan ditargetkan selesai dalam waktu tujuh hari.
Sementara itu, untuk huntara yang dibangun oleh BNPB dan mengalami kerusakan, Safrizal menyatakan akan menyampaikan data kerusakan ke pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan agar vendor yang ditunjuk dapat segera melakukan perbaikan, khususnya di Gampong Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, dan sejumlah titik lain di Kecamatan Langkahan.
Dalam peninjauan itu, Safrizal juga menyoroti persoalan ketersediaan air bersih di kawasan huntara. Menurutnya, pasokan air belum memadai akibat saluran drainase yang mengalami hambatan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan warga yang masih menempati hunian sementara.
”Kondisi ini perlu segera ditangani agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Selain membahas perbaikan huntara, Safrizal juga memperoleh laporan mengenai pembangunan hunian tetap (huntap) yang sedang berjalan di Aceh Utara. Program tersebut didukung Yayasan Buddha Tzu Chi yang membangun sekitar 1.000 unit rumah di sejumlah wilayah Aceh.
Khusus di Kecamatan Langkahan, pembangunan huntap dilakukan melalui skema komunal dan in-situ. Saat ini petugas masih melakukan survei lapangan dan pendataan lokasi yang akan dibangun, termasuk verifikasi titik koordinat lahan yang diajukan masyarakat melalui pemerintah gampong.
Data Kerusakan Huntara di Kecamatan Langkahan:
Gampong Buket Linteung (Dusun Leubok Meuku):
7 unit huntara mengalami rusak berat.
1 unit tempat ibadah dilaporkan rusak akibat terpaan angin kencang.
Gampong Geudumbak:
10 unit huntara terdampak (4 unit rusak berat, 4 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak ringan).
Gampong Langkahan:
5 unit huntara mengalami rusak ringan.
Gampong Rumoh Rayeuk (Kerusakan Tertinggi):
Dari total 36 unit huntara yang terdampak, sebanyak 11 unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 5 unit lainnya rusak ringan.
Pemerintah berharap pendataan ulang yang dilakukan bersama pemerintah pusat dapat mempercepat proses perbaikan fasilitas hunian sementara serta pemenuhan kebutuhan dasar warga yang masih terdampak bencana di Kecamatan Langkahan. (Alman)







