Aceh Utara I Anggota Dewan Perwakilan Rakyat

Kabupaten (DPRK) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara dari Fraksi Partai Golkar, Zulkifli yang akrab disapa Toke Dun, meminta kontraktor (rekanan) pelaksana pembangunan jalan di Kecamatan Tanah Jambo Aye agar rutin melakukan penyiraman secara menyeluruh. Permintaan tersebut disampaikan menyusul keluhan masyarakat terkait kepulan debu tebal yang dinilai sangat mengganggu pengguna jalan, khususnya di kawasan Simpang 4 Lampu merah Kota Panton Labu hingga sejumlah titik proyek lainnya.
Menurut Zulkifli, penyiraman secara rutin sangat penting dilakukan selama proses pengerjaan proyek berlangsung. Debu yang beterbangan akibat aktivitas alat berat dan lalu lintas kendaraan dinilai telah menimbulkan ketidaknyamanan bahkan membahayakan keselamatan pengendara.
“Kita minta kontraktor pelaksana pembangunan jalan Jambo Aye agar secara rutin melakukan penyiraman dari Simpang 4 Lampu dan sepanjang jalur yang sedang dikerjakan. Jika penyiraman dilakukan secara menyeluruh dan terjadwal, maka kepulan debu tebal bisa diminimalisir,” ujar Zulkifli, Sabtu (14/2/2026).
Ia menegaskan, kondisi debu yang mengepul tidak hanya mengganggu jarak pandang pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Warga yang bermukim di sepanjang jalan proyek disebut menjadi pihak paling terdampak.
“Debu ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Kita khawatir jika dibiarkan berlarut-larut, kasus ISPA bisa meningkat, terutama pada anak-anak dan lansia,” tegasnya.
Selain persoalan kesehatan, Zulkifli juga mengungkapkan adanya laporan dari masyarakat terkait insiden kecelakaan yang diduga dipicu oleh tebalnya debu di badan jalan. Ia menerima informasi bahwa sejumlah pengguna jalan mengalami kecelakaan ringan akibat terganggunya jarak pandang.
“Informasi yang kami terima, ada pengendara yang terjatuh dan menabrak pembatas yang ditaruh warga di badan jalan. Pembatas itu dipasang untuk mengurangi laju kendaraan agar tidak menimbulkan debu berlebihan. Namun karena jarak pandang terganggu akibat debu tebal, pengendara justru tidak melihat pembatas tersebut dan terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Kontraktor, kata dia, harus bertanggung jawab penuh terhadap dampak sosial yang timbul selama proses pembangunan berlangsung. Ia juga meminta instansi teknis terkait agar melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek.
“Kita mendukung pembangunan infrastruktur, karena itu untuk kepentingan masyarakat. Namun pelaksanaannya harus memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan warga. Jangan sampai proyek yang bertujuan baik justru menimbulkan masalah baru,” tambahnya.
Zulkifli berharap kontraktor segera mengambil langkah konkret dengan menambah armada tangki air serta meningkatkan frekuensi penyiraman, terutama pada jam-jam sibuk saat arus lalu lintas padat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di kawasan proyek dan mengurangi kecepatan kendaraan demi keselamatan bersama.
Dengan adanya perhatian serius dari semua pihak, diharapkan pembangunan jalan di Tanah Jambo Aye dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan dan kesehatan masyarakat setempat. (Alman)







