Pimpinan LPI Dayah Miftahul Falah Gampong. Bintang Hu, Kecamatan Lhoksukon, Tgk. H. Samsul Bahri, S.HI. (photo : Ist)
Aceh Utara I Organisasi masyarakat (Ormas) Tadzkiratul Ummah Aceh (TU) menyampaikan rasa kehilangan atas mutasinya Kasat Intelkam Polres Aceh Utara, AKP Imran. Sosok perwira polisi tersebut dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap kehidupan keagamaan serta mampu membangun hubungan yang baik dengan ulama dan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum TU Aceh, Abu H. Nurdin Usman, yang juga dikenal sebagai Imam Masjid Al Ihsan Lhoksukon serta tokoh ulama yang menjadi panutan masyarakat setempat. Hal itu diungkapkannya kepada awak media pada Jumat, 5 Maret 2026.
Abu H. Nurdin mengatakan, selama bertugas sebagai Kasat Intelkam di Polres Aceh Utara, AKP Imran dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap persoalan agama serta aktif menjalin komunikasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat.
“Kami dari keluarga besar Tadzkiratul Ummah Aceh merasa sangat kehilangan. Sosok AKP Imran bukan hanya seorang perwira polisi, tetapi juga pribadi yang memiliki perhatian besar terhadap pembinaan umat dan menjaga keharmonisan masyarakat,” ujar Abu H. Nurdin.
Menurutnya, selama bertugas di Aceh Utara, AKP Imran turut berperan dalam berbagai upaya menjaga stabilitas daerah, termasuk membantu mengungkap jaringan aliran sesat Millata Abrahan yang sempat meresahkan masyarakat. Aliran tersebut dinilai mencoba merusak aqidah umat Islam di Aceh Utara, bahkan berpotensi mempengaruhi masyarakat di wilayah Aceh secara lebih luas.
“Dengan kerja keras dan koordinasi yang baik dengan para ulama serta pihak terkait, beliau turut membantu mengungkap jaringan aliran sesat Millata Abrahan yang mencoba merusak aqidah umat,” jelasnya.
Selain itu, Abu H. Nurdin menilai AKP Imran merupakan sosok perwira yang humanis dan terbuka dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Ia dikenal sering turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi masyarakat serta berdialog dengan tokoh agama dan tokoh adat.
Pendekatan yang digunakan oleh AKP Imran, kata dia, lebih mengedepankan cara-cara persuasif dan komunikasi yang santun. Hal tersebut dinilai sangat efektif dalam meredam berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
“Sosok beliau sangat dekat dengan para pemuka agama dan berbagai lapisan masyarakat. Komunikasinya baik, santun, dan selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan,” papar Abu H. Nurdin.
Hal senada juga disampaikan oleh Pimpinan LPI Dayah Miftahul Falah Gp. Bintang Hu Lhoksukon, Tgk. H. Samsul Bahri, S.HI, juga sebagai Sekretaris Umum TU Aceh, ia menegaskan bahwa peran Intelkam sangat strategis dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial dan politik yang kerap berkembang di tengah masyarakat. Dalam hal ini, AKP Imran dinilai mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, melalui pendekatan yang santun dan profesional, AKP Imran juga berhasil membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya di wilayah Aceh Utara.
“Beliau mampu menjadi jembatan antara masyarakat, ulama, dan kepolisian. Itu yang membuat suasana daerah tetap kondusif dan masyarakat merasa nyaman,” ujarnya.
Atas nama keluarga besar Tadzkiratul Ummah Aceh menyampaikan doa dan harapan agar AKP Imran senantiasa diberikan kesuksesan dalam menjalankan tugas di tempat yang baru.
“Kami mendoakan semoga beliau selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Jasa serta dedikasi beliau di Aceh Utara akan selalu kami kenang,” tutup Tgk. Samsul. (Alman)







