BIREUEN ACEH – Dalam momentum syawal yang penuh keberkahan, Forum Dai Milenial (FDM) melaksanakan ziarah ke makam ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Muhammad Yusuf bin A. Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop Jeunieb. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rihlah Mahabbah yang berlangsung pada 5–10 Syawal 1447 H.
Ziarah ini bukan sekadar ritual, melainkan ruang refleksi bagi para dai muda untuk meneladani kegigihan almarhum dalam mensyiarkan Islam di tengah tantangan zaman.
Tu Sop Jeunieb (1964–2024) dikenal sebagai sosok intelektual dayah yang visioner. Lahir di Desa Blang Me Barat, Bireuen, dedikasinya dalam pendidikan Islam terwujud melalui kepemimpinannya di Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb serta perannya sebagai Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA).
Ziarah yang diikuti oleh puluhan anggota FDM ini berlangsung khidmat, diisi dengan pembacaan doa bersama dan diskusi singkat mengenai strategi dakwah yang pernah diterapkan oleh almarhum.

“Ziarah ini mengingatkan kami bahwa dakwah bukan sekadar retorika di mimbar, melainkan upaya menyentuh hati dan membimbing masyarakat dengan ketulusan. Tu Sop Jeunieb adalah potret nyata dakwah yang santun namun tetap berdampak luas ujar Ketua Umum FDM, H. Akbar Miswari, S.Sos.,
Pembina FDM, Abi Taufikur Rahmi, SE., M.Pd., menekankan pentingnya bagi dai milenial untuk memiliki “napas panjang” dan kreativitas seperti yang dicontohkan oleh Tu Sop. Beliau dikenal mampu menjembatani nilai-nilai tradisional dayah dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Kita belajar tentang keberanian dan inovasi. Generasi muda dituntut menghadirkan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan adab dan integritas sebagai penuntun umat,” tambah Abi Taufikur Rahmi.
Melalui kegiatan ini, Forum Dai Milenial berkomitmen untuk terus menghidupkan spirit pelayanan umat (khidmatul ummah) dan memastikan estafet dakwah para ulama tetap terjaga di tangan generasi muda.







