Search

28 Februari 2026

HRD Kungker Ke Sejumlah Titik di Perbatasan Aceh Timur-Aceh Utara

HRD bersama Tim, saat meninjau ruas Jalan Tanjong Minje - Meunasah Asan Kecamatan Madat. (Photo : alman)

Aceh Timur I Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Ruslan M. Daud, kembali melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik terdampak bencana Banjir Bandang di perbatasan Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara, pada, Jumat, 27/2/2026. Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan progres pembangunan irigasi, kondisi bendungan jebol akibat banjir bandang, serta infrastruktur jalan penghubung antar kabupaten yang terdampak bencana.

Rombongan turut didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi, Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin, Anggota DPRK Aceh Timur Fraksi PKB Mahmuddin, Kepala Unit Pengelola Irigasi Wilayah Sumatera I Setia Budi, Kepala Dinas PUPR Aceh Timur Muslim, serta Staf Ahli HRD Muhammad Adam (Gus Adam). Kehadiran unsur legislatif, eksekutif, serta instansi teknis pusat dan daerah menunjukkan sinergi dalam percepatan penanganan infrastruktur.

HRD bersama TIM saat meninjau Dayah Darul Huda (Lueng Angen) di Kecamatan Langkahan. (Photo : Alman)

Kunjungan diawali di Gampong Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, dengan meninjau progres pembangunan irigasi sayap kanan yang masih tahap konstruksi. Kepala Dinas PUPR Aceh Timur memaparkan perkembangan teknis pekerjaan dan target penyelesaian. Ruslan menegaskan agar kualitas konstruksi tetap dijaga karena irigasi tersebut menjadi penopang utama ribuan hektare sawah di kawasan Pante Bidari dan sekitarnya. Ia menilai keberlanjutan fungsi irigasi sangat menentukan produktivitas pertanian masyarakat.

Rombongan kemudian bergerak ke Gampong Pante Labu untuk meninjau bendungan yang jebol akibat banjir besar pada 26 November 2025. Kerusakan bendungan tidak hanya menghentikan fungsi pengairan, tetapi juga memutus akses vital penghubung Aceh Timur–Aceh Utara. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama ratusan pelajar yang tidak dapat bersekolah ke wilayah Langkahan selama hampir tiga bulan akibat terisolirnya akses.

Di lokasi, Haji Ruslan meminta kementerian terkait segera mempercepat penanganan. Ia menegaskan perbaikan tidak boleh berlarut-larut dan harus ada progres nyata agar akses kembali normal serta aktivitas pendidikan dan ekonomi dapat pulih. Pemerintah Provinsi Aceh menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan kembali bendungan dan jalan penghubung tersebut.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Dayah Darul Huda di Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Dalam pertemuan dengan pimpinan dayah, Ruslan menerima aspirasi terkait kebutuhan pembangunan dan pengembangan sarana prasarana pendidikan Islam. Ia menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti usulan tersebut melalui jalur penganggaran pusat.

Kunjungan ditutup dengan peninjauan ruas jalan Tanjong Minje – Meunasah Asan KM 4 di Gampong Pante Merbo, Kecamatan Madat, Aceh Timur. Kondisi jalan dan saluran irigasi di kawasan itu dinilai memerlukan perhatian serius karena menjadi akses utama masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Aceh Timur menyerahkan proposal pembangunan untuk diperjuangkan melalui mekanisme APBN.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, Ruslan M. Daud menegaskan seluruh aspirasi dan temuan lapangan akan diperjuangkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Kunjungan ini diharapkan mempercepat pemulihan dan peningkatan infrastruktur di Aceh Timur dan Aceh Utara, khususnya akses jalan, bendungan, dan irigasi yang berdampak langsung pada sektor pertanian, pendidikan, dan perekonomian masyarakat. (Alman)