Search

14 Maret 2026

Haji Uma, GAB dan Aceh Meutuah Fasilitasi Pemulangan Warga Aceh Yang Sakit dari Malaysia

Lingkarpos | Aceh Utara – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma atau yang akrab disapa Haji Uma, bersama komunitas Grup Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia memfasilitasi pemulangan seorang warga Aceh Utara yang sakit saat bekerja di negeri jiran.

Pasien bernama Hendra Saputra (38), warga Gampong Trieng Meuduroe, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, tiba di Bandara Internasional Kualanamu pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Ia tiba bersama pendamping dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Cut Meutia menggunakan mobil ambulans yang juga difasilitasi oleh Haji Uma.

Proses pemulangan Hendra Saputra berawal dari surat permohonan bantuan yang dikirim oleh Keuchik Gampong Trieng Meuduroe kepada Haji Uma. Surat tersebut berisi permohonan fasilitasi pemulangan warga mereka yang sedang sakit di Malaysia. Menindaklanjuti permintaan tersebut, Haji Uma kemudian berkoordinasi dengan komunitas GAB di Malaysia untuk membantu proses pengurusan dokumen hingga Hendra dapat dipulangkan ke Aceh.

Seluruh proses administrasi dan perjalanan pun diurus oleh tim GAB di Malaysia hingga akhirnya Hendra bisa kembali ke tanah air. Total biaya pemulangan mencapai Rp10.370.000, termasuk biaya pendampingan karena yang mendampingi bukan pihak keluarga. Rincian bantuan tersebut berasal dari GAB sebesar Rp2.280.000, Grup Aceh Meutuah Rp1.690.000, keluarga Rp4.400.000, serta bantuan dari Haji Uma sebesar Rp4.000.000 untuk tiket perjalanan dan ambulans.

Berdasarkan informasi dari keluarga dan komunitas GAB, Hendra Saputra telah bekerja di Malaysia selama sekitar tiga tahun di sebuah perkebunan kelapa sawit di Kajang. Namun beberapa waktu lalu ia mengalami kecelakaan kerja setelah tertimpa kerangka baja di lokasi tempatnya bekerja.

Hendra sempat mendapatkan perawatan di Hospital Kajang dan kemudian dirujuk ke Hospital Sungai Buluh. Dari hasil pemeriksaan, ia diduga mengalami gangguan saraf pada bagian pinggang serta masalah pada jantung. Karena keterbatasan biaya, Hendra sempat dirawat di rumah dengan bantuan infus oleh dokter setempat. Namun kondisinya tidak kunjung membaik sehingga diputuskan untuk dipulangkan ke Aceh agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Dua anggota komunitas GAB, Ida Gultom dan Tengku Malek, kemudian menjemput Hendra dari rumah sakit dan mengurus proses administrasi pemulangannya hingga ke Kuala Lumpur sebelum diberangkatkan ke Indonesia.

Staf penghubung Anggota DPD RI, Abdul Rafar, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan dalam proses pemulangan tersebut.

“Mewakili Haji Uma, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan Hendra Saputra dari Malaysia, khususnya kepada Ketua GAB, Junaidi R, beserta tim yang telah bekerja tanpa pamrih mengurus kepulangannya ke Aceh,” ujar Rafar.

Sementara itu, Ayu, istri Hendra Saputra, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan berbagai pihak hingga suaminya dapat kembali ke Aceh dan langsung mendapatkan perawatan medis.

“Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada Haji Uma, GAB, serta semua pihak yang telah membantu sehingga suami saya bisa dipulangkan dan kini mendapatkan perawatan di RS Cut Meutia,” ucap Ayu dengan haru.

Keluarga berharap, dengan perawatan medis yang kini dijalani di RS Cut Meutia, kondisi Hendra Saputra dapat segera membaik dan ia dapat kembali menjalani aktivitasnya seperti sedia kala.