Search

11 Maret 2026

Haji Uma, BP3MI, dan GAB Fasilitasi Pemulangan Jenazah Warga Aceh Utara dari Malaysia

ACEH UTARA I Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh memfasilitasi pemulangan jenazah seorang warga Aceh Utara yang meninggal dunia di Kuala Lumpur, Malaysia.

Jenazah almarhumah Yusnidar Jafar (39), warga Desa Pande, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, dipulangkan pada Senin (9/2/2026). Almarhumah meninggal dunia pada Jumat (6/2/2026) di Hospital Sultanah Aminah Johor Bahru akibat demam tinggi atau hipertermia.

Pemulangan jenazah tersebut difasilitasi setelah Haji Uma menerima surat permohonan dari Geuchik Desa Pande yang mewakili pihak keluarga almarhumah.

Setibanya di Bandara Kualanamu, Medan, jenazah diterima langsung oleh adik kandung almarhumah, Husaini, yang didampingi Fajrin, staf penghubung Haji Uma yang bertugas di bandara tersebut.

Seluruh biaya pemulangan jenazah dari Kuala Lumpur menuju Medan ditanggung oleh pihak keluarga. Sementara itu, Haji Uma membantu menanggung biaya administrasi kargo di Bandara Kualanamu sebesar Rp1.250.000 serta memfasilitasi penggunaan ambulans milik UPT BP3MI Aceh untuk membawa jenazah ke kampung halaman.

Setelah seluruh proses administrasi selesai, jenazah kemudian diberangkatkan menuju Aceh Utara menggunakan ambulans BP3MI Aceh. Saat ambulans tiba di wilayah Aceh Utara, staf Haji Uma di daerah tersebut, Abdul Rafar, turut menjemput dan mengantarkan jenazah langsung ke rumah duka.

Sesampainya di rumah duka, Abdul Rafar menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga dalam suasana haru.

Melalui stafnya, Haji Uma menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan serta mendoakan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Kita doakan semoga almarhumah dilapangkan kuburnya dan diampuni segala dosanya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Haji Uma.

Diketahui, almarhumah Yusnidar berasal dari keluarga kurang mampu. Ia telah merantau ke Malaysia selama sekitar 12 bulan dan sehari-hari berjualan kue dengan menitipkannya ke sejumlah warung di Kuala Lumpur. Namun pada 6 Februari 2026, almarhumah mengalami demam tinggi dan akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dan kepedulian berbagai pihak dalam proses pemulangan jenazah tersebut.

“Kami dari pihak keluarga almarhumah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada Haji Uma dan timnya serta BP3MI Aceh. Untuk segala kebaikan ini, hanya Allah SWT yang dapat membalasnya,” ujar Husaini. (alman)