Search

15 Februari 2026

DPRK Aceh Utara Dapil VI Gelar Reses II Tahun 2026 di Tanah Jambo Aye, Serap Aspirasi Pendidik Pascabanjir

Aceh Utara I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara (DPRK) Aceh Utara Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kecamatan Tanah Jambo Aye menggelar Reses Bersama ke II masa persidangan Tahun 2026 di Aula K3S Tanah Jambo Aye, Kota Panton Labu, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Sosialisasi yang Kokoh, Saling Membahu, Saling Membenah demi Terwujudnya Aceh Utara” dan difokuskan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat, khususnya kalangan pendidik yang terdampak banjir bandang akhir 2025 lalu.

Reses dipandu Ketua K3S Tanah Jambo Aye, M. Yusuf, yang juga Kepala SD Negeri 10 Tanah Jambo Aye. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota DPRK Aceh Utara Dapil VI, di antaranya Ketua Komisi IV Bukhari (Fraksi Partai Aceh), Ketua Komisi V Razali atau Tgk Jeunib (Fraksi Partai Aceh), Zulkifli (Jol Panton), T. Nurdin (Fraksi PNA), Zulkifli (Toke Dun) dari Fraksi Partai Golkar, serta T. Otman (Ayah Ot) dari Fraksi Partai Aceh.

Dalam paparannya, Bukhari selaku Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara menjelaskan bahwa persoalan infrastruktur sekolah di Tanah Jambo Aye pada tahun ini belum masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Namun demikian, pihaknya membuka peluang revisi usulan melalui jalur legislatif.

“Permasalahan infrastruktur sekolah dapat kembali diusulkan melalui DPRK Aceh Utara dan nantinya dimasukkan dalam program SIPD DPRK untuk diupayakan menjadi prioritas,” ujarnya di hadapan para kepala sekolah dan guru SD se-Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Sementara itu, Razali (Tgk Jeunib) menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah berupaya maksimal memperjuangkan pengangkatan 8.940 PPPK paruh waktu, yang disebut sebagai capaian terbesar secara nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen daerah dalam memperhatikan nasib tenaga pendidik dan honorer.

Selain itu, Anggota Komisi IV DPRK Aceh Utara dari Fraksi PKS, Zulkifli (Jol Panton), menambahkan bahwa seluruh program pendidikan di Kecamatan Tanah Jambo Aye dapat dihimpun melalui forum K3S untuk kemudian diusulkan secara kolektif ke DPRK Aceh Utara. Ia juga mendorong pihak sekolah membuat video testimoni kebutuhan sebagai bahan pendukung usulan, sekaligus membuka peluang bantuan dari donatur maupun lembaga sosial.

 

Dalam sesi dialog, para peserta menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait kerusakan bangunan sekolah, fasilitas belajar mengajar yang tidak layak, hingga seragam siswa yang rusak akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir tahun 2025.

Sejumlah kepala sekolah menuturkan bahwa banyak ruang kelas mengalami kerusakan berat, perabotan hanyut, serta perlengkapan administrasi sekolah tidak dapat digunakan kembali. Kondisi tersebut dinilai menghambat proses belajar mengajar dan berdampak pada menurunnya semangat siswa.

Selain persoalan fisik, para pendidik juga menyoroti menurunnya moralitas dan kedisiplinan peserta didik pascabencana. Mereka berharap anggota DPRK tidak hanya menerima laporan secara administratif, tetapi juga turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melihat kondisi riil di lapangan.

“Kami berharap bapak-bapak dewan dapat mengunjungi sekolah-sekolah agar mengetahui langsung situasi dan tantangan yang kami hadapi,” ungkap salah seorang kepala sekolah.

Reses berlangsung dalam suasana dialogis dan terbuka. Para anggota DPRK berjanji akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan, khususnya terkait percepatan pemulihan infrastruktur pendidikan serta penguatan pembinaan karakter generasi muda.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan sinergi antara legislatif dan insan pendidikan semakin kokoh demi percepatan pemulihan dan pembangunan sektor pendidikan di Aceh Utara. (Alman)

 

DPRK Aceh Utara Dapil VI Gelar Reses II Tahun 2026 di Tanah Jambo Aye, Serap Aspirasi Pendidik Pasca Banjir

 

Aceh Utara I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kecamatan Tanah Jambo Aye menggelar Reses II Tahun 2026 di Aula K3S Tanah Jambo Aye, Kota Panton Labu, Sabtu,14/2/2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Sosialisasi yang Kokoh, Saling Membahu, Saling Membenah demi Terwujudnya Aceh Utara” dan bertujuan menyerap langsung aspirasi masyarakat, khususnya kalangan pendidikan di wilayah tersebut.

Reses dipandu oleh Ketua K3S Tanah Jambo Aye, M. Yusuf, yang juga menjabat sebagai Kepala SD Negeri 10 Tanah Jambo Aye. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah dan guru Sekolah Dasar se-Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota DPRK Aceh Utara Dapil VI, di antaranya Ketua Komisi IV Bukhari (Fraksi Partai Aceh), Ketua Komisi V Razali (TGK Jeunib) dari Fraksi Partai Aceh, Zulkifli (Jol Panton), T. Nurdin (H. Din) dari Fraksi PNA, Zulkifli (Toke Dun) dari Fraksi Partai Golkar, serta T. Otman (Ayah Ot) dari Fraksi Partai Aceh.

 

Dalam paparannya, Bukhari selaku Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara menyampaikan bahwa persoalan infrastruktur sekolah di Tanah Jambo Aye pada tahun ini memang belum masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Namun demikian, pihaknya membuka peluang untuk dilakukan revisi usulan.

 

“Permasalahan infrastruktur sekolah dapat kembali diusulkan melalui DPRK Aceh Utara dan nantinya dimasukkan dalam program SIPD DPRK untuk diupayakan menjadi program prioritas,” ujarnya di hadapan peserta reses.

 

Anggota DPRK Aceh Utara, Razali  (tgk Jenib) dari fraksi partai aceh menyampaikan pemerintah aceh utara sejauh ini sudah berupa maksimal memperjuangkan pengangkatan P3K paruh waktu sebanyak 8.940 orang yang memecahkan rekor terbanyak seluruh indonesia, ini merupakan salah satuan capaian besar yang harus diapresiasi.

 

Para peserta yang mewakili sekolah-sekolah di Tanah Jambo Aye menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait rusaknya bangunan sekolah, fasilitas belajar mengajar yang tidak layak, hingga seragam siswa yang hancur akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir tahun 2025 lalu.

Sejumlah kepala sekolah menuturkan bahwa pasca banjir, banyak ruang kelas mengalami kerusakan berat, perabotan sekolah hanyut atau tidak dapat digunakan kembali, serta perlengkapan administrasi turut terdampak. Kondisi tersebut dinilai menghambat proses belajar mengajar dan menurunkan semangat siswa.

Selain persoalan fisik, para pendidik juga menyoroti menurunnya moralitas dan kedisiplinan anak-anak dalam beberapa waktu terakhir. Mereka berharap anggota DPRK tidak hanya menerima laporan dalam forum resmi, tetapi juga turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melihat kondisi riil di lapangan.

 

“Kami berharap bapak-bapak dewan dapat meluangkan waktu mengunjungi sekolah-sekolah, agar mengetahui langsung situasi dan tantangan yang kami hadapi,” ungkap salah seorang kepala sekolah dalam forum tersebut.

 

Anggota Komisi IV DPRK Aceh Utara dari fraksi PKS, Zulkifli (jol panton) menambahkan, untuk program berkaitan dengan Pendidikan di Kecamatan Tanah Jambo Aye untuk disampaikan melalui k3S untuk diusulkan ke DPRK Aceh Utara.

 

Zulkifli juga mengatakan supaya pihak sekolah untuk membuat vidio testimoni kebutuhan, karena selain bantuan pemerintah, vidio testimoni tersebut juga berguna bagi para donatur atau lembaga yang ingin ikut membantu.

 

Reses berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keterbukaan. Para anggota DPRK berjanji akan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan, khususnya terkait pemulihan infrastruktur pendidikan pascabencana, serta mendorong perhatian lebih terhadap pembinaan karakter dan moral generasi muda di Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan sinergi antara legislatif dan insan pendidikan dapat semakin kuat demi percepatan pemulihan dan pembangunan sektor pendidikan di Aceh Utara. (Alman)