Aceh Utara I Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di wilayah timur Kabupaten Aceh Utara terus dilakukan berbagai pihak. Kali ini, program kemanusiaan dilakukan oleh Artha Graha Peduli bersama Yayasan Darah untuk Aceh dan Cet Langet Rumoh (CLR) Peduli Aceh dengan melakukan pembersihan ratusan sumur warga serta pembangunan sumur bor baru.
Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah ujung timur Aceh Utara, tepatnya di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Tanah Jambo Aye. Program ini dipimpin langsung oleh dua mentor lapangan, yakni Edi Fadil dan Akmal Daud.
Dalam kegiatan tersebut, tim relawan berhasil melakukan pembersihan sebanyak 213 unit sumur milik warga yang terdampak banjir bandang. Selain itu, mereka juga membangun enam unit sumur bor baru guna memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air layak pakai setelah bencana.

Mentor lapangan, Akmal Daud, kepada media mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama berbagai lembaga kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
“Alhamdulillah, hingga saat ini kami masih terus menjalankan tugas kemanusiaan ini. Bersama berbagai lembaga, kami telah membersihkan lebih dari 2.000 unit sumur warga secara keseluruhan di berbagai wilayah terdampak banjir,” ujar Akmal Daud saat ditemui usai acara buka puasa bersama di salah satu kafe di Kecamatan Baktiya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara beberapa waktu lalu menyebabkan banyak sumur warga tercemar lumpur dan air kotor. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Oleh karena itu, pembersihan sumur menjadi salah satu langkah penting untuk memulihkan kembali sumber air bersih masyarakat. Selain membersihkan sumur yang terdampak, tim relawan juga membangun sumur bor baru di beberapa titik yang dinilai sangat membutuhkan sumber air tambahan.
Akmal menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melibatkan relawan dari berbagai organisasi, tetapi juga mendapat dukungan dan partisipasi masyarakat setempat. Warga secara gotong royong turut membantu proses pembersihan sumur maupun pembangunan sumur bor.
“Semangat gotong royong masyarakat sangat luar biasa. Ini menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus bergerak membantu warga yang membutuhkan,” katanya.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat yang terdampak banjir bandang di wilayah timur Aceh Utara dapat kembali memperoleh akses air bersih yang layak, sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal kembali. Program kemanusiaan ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam membantu pemulihan masyarakat pascabencana.







